Ustaz Yusuf Mansur Mempromosikan Saham BUMN, WIKA Bila Engga Punya Hubungan
Senin, 11 Januari 2021 - 14:09 WIB
loading...
Ustaz Yusuf Mansur diketahui kerap menyarankan kepada investor untuk membeli saham perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di antaranya WIKA, terkait hal itu perseroaan angkat suara. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ustaz Yusuf Mansur diketahui kerap menyarankan kepada investor untuk membeli saham perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Melalui Mansurmology, dia mengajak investor untuk memborong saham konstruksi BUMN di antaranya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) .
Manajemen WIKA angkat suara dengan menjawab pertanyaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat nomor S-00170/BEI.PP2/01-2021 tanggal 8 Januari 2021 perihal permintaan penjelasan atas pemberitaan di media massa terkait dengan pemberitaan.
(Baca Juga: Raffi Ahmad hingga Ust Yusuf Mansur Promosikan Saham di Medsos, BEI Peringatkan )
Corporate Secretary PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), Mahendra Vijaya membantah bahwa pihaknya melakukan endorsement saham perseroan dengan Yusuf Mansur. "Perseroan ataupun Grup Perseroan TIDAK memiliki kerjasama endorsement dengan figure publik siapapun," ujar Mahendra dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin (11/1/2021).
Mahendra menambahkan, tidak terdapat terdapat hubungan afiliasi antara figure publik tersebut dengan perseroan atau grup perseroan artau jajaran direksi dan komisaris perseroan.
Manajemen WIKA angkat suara dengan menjawab pertanyaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat nomor S-00170/BEI.PP2/01-2021 tanggal 8 Januari 2021 perihal permintaan penjelasan atas pemberitaan di media massa terkait dengan pemberitaan.
(Baca Juga: Raffi Ahmad hingga Ust Yusuf Mansur Promosikan Saham di Medsos, BEI Peringatkan )
Corporate Secretary PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), Mahendra Vijaya membantah bahwa pihaknya melakukan endorsement saham perseroan dengan Yusuf Mansur. "Perseroan ataupun Grup Perseroan TIDAK memiliki kerjasama endorsement dengan figure publik siapapun," ujar Mahendra dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin (11/1/2021).
Mahendra menambahkan, tidak terdapat terdapat hubungan afiliasi antara figure publik tersebut dengan perseroan atau grup perseroan artau jajaran direksi dan komisaris perseroan.
Lihat Juga :