Babi di China Biang Kerok Bikin Harga Kedelai Naik Tinggi
Senin, 11 Januari 2021 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, permintaan akan kacang kedelai yang cukup tinggi dari China juga menjadi salah satu penyebab naiknya harga. Kacang kedelai digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak babi.
(Baca Juga: Berkat Kesepakatan dengan Importir, Harga Kedelai 100 Hari ke Depan Stabil )
Sebelumnya, China diserang oleh swine flu atau flu babi. Sehingga seluruh ternak babi yang ada di China ini dimusnahkan.
“China sudah mulai ternak babi lagi, karena makanan babinya diatur, tiba-tiba permintaan kacang kedelai naik dua kali lipat. Jadi hampir kali dua permintaan kedelai dalam kurun waktu yang singkat. Dari 15 juta biasanya permintaan disana naik menjadi 28 juta permintaan. Ini menyebabkan harga yang tinggi," sambung Lutfi.
Namun, lutfi memastikan, meski harga tinggi tapi pasokan kacang kedelai di Indonesia sudah aman untuk 3-4 bulan ke depan. "Ini adalah suatu keniscayaan yang memang harus kita pahami karena Indonesia tidak mempunyai kacang kedelai yang cukup, karena 90% adalah impor. Kita harus bisa mengerti kenaikan harga tersebut," tandasnya.
(Baca Juga: Berkat Kesepakatan dengan Importir, Harga Kedelai 100 Hari ke Depan Stabil )
Sebelumnya, China diserang oleh swine flu atau flu babi. Sehingga seluruh ternak babi yang ada di China ini dimusnahkan.
“China sudah mulai ternak babi lagi, karena makanan babinya diatur, tiba-tiba permintaan kacang kedelai naik dua kali lipat. Jadi hampir kali dua permintaan kedelai dalam kurun waktu yang singkat. Dari 15 juta biasanya permintaan disana naik menjadi 28 juta permintaan. Ini menyebabkan harga yang tinggi," sambung Lutfi.
Namun, lutfi memastikan, meski harga tinggi tapi pasokan kacang kedelai di Indonesia sudah aman untuk 3-4 bulan ke depan. "Ini adalah suatu keniscayaan yang memang harus kita pahami karena Indonesia tidak mempunyai kacang kedelai yang cukup, karena 90% adalah impor. Kita harus bisa mengerti kenaikan harga tersebut," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :