Pembatasan Aktivitas Jawa-Bali Berlaku Hari Ini Bikin Kurs Rupiah Loyo

Senin, 11 Januari 2021 - 17:05 WIB
loading...
Pembatasan Aktivitas...
Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali yang akan berlaku mulai hari ini, membuat mata uang Garuda melemah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali yang akan berlaku mulai hari ini, membuat mata uang Garuda melemah. Pada sore ini, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah 105 poin di level Rp14.125 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.020 per USD.

(Baca Juga: Pembatasan Jawa-Bali Disebut Kontraproduktif, Kenapa? )

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, bahwa sebenarnya rupiah memiliki sentimen positif, salah satunya adalah survei Bank Indonesia (BI) menyatakan Keyakinan Konsumen terhadap ekonomi Indonesia menguat pada bulan Desember 2020.

"Survey Bank Indonesia menyatakan Keyakinan Konsumen terhadap ekonomi Indonesia menguat pada bulan Desemer 2020 sebesar 96,5 persen yang bulan sebelumnya hanya 92 persen. Ini menandakan bahwa Keyakinan Konsumen mendekati zona optimis," katanya dalam keterangan resminya, Senin (11/1/2021).

(Baca Juga: Pembatasan Jawa-Bali Diperketat, Ekonomi RI Nyungsep Lagi? )Walaupun survey Keyakinan Konsumen membaik, kata Ibrahim, namun kebijakan PPKM hari ini tentunya mempengaruhi perekonomian nasional. Sehingga memberikan sentimen negatif kepada nilai tukar rupiah.

"Sudah tentu roda bisnis akan kembali melambat, dan pemulihan ekonomi kembali terhambat," jelasnya

Ia memprediksi, untuk perdagangan besok pagi, mata uang rupiah kemungkinan dibuka kembali melemah. "Rupiah dibuka melemah di level Rp.14.100 - Rp.14.150," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tembus 18.009...
Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI
Efek Gubernur BI Mundur,...
Efek Gubernur BI Mundur, Rupiah Melemah ke Rp17.972 per Dolar AS
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%,  Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Rekomendasi
Ini Tips Memilih Tumbler...
Ini Tips Memilih Tumbler sesuai Kebutuhan, dari Ngopi hingga Traveling
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Minta Kader Perindo Peka Kondisi Sosial, Singgung Kasus Pencuri Ayam Tewas di Bali
Kasus Eks Jampidsus...
Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Pentingnya Menjaga Rasa Keadilan Publik
Berita Terkini
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
Resmi Beroperasi, Bali...
Resmi Beroperasi, Bali Gapura Marina Siap Tampung 180 Yacht Standar Global
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
Infografis
Daftar Menteri Kabinet...
Daftar Menteri Kabinet Merah Putih, Dilantik Prabowo Hari Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved