Menuju Bangunan Sehat: Kenyamanan Termal Adaptif

Rabu, 13 Januari 2021 - 22:52 WIB
loading...
Menuju Bangunan Sehat:...
Peranan bangunan sehat dalam lingkungan binaan menjadi semakin penting saat ini mengingat situasi pandemi. Hal ini dikarenakan meningkatnya kesadaran akan kesehatan manusia atau individu dalam lingkungan binaan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Peranan bangunan sehat dalam lingkungan binaan menjadi semakin penting saat ini mengingat situasi pandemi. Hal ini dikarenakan meningkatnya kesadaran akan kesehatan manusia atau individu dalam lingkungan binaan.

Kesehatan manusia ditentukan oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal pada individu tersebut. Faktor internal meliputi kandungan makanan yang dikonsumsi, pengelolaan stress dan olah raga yang yang dapat menentukan tingkat sistem imunitas tubuh.

Baca Juga: Gerakan Pembangunan Hijau Jadi Cara agar Lingkungan Tetap Terjaga

Sementara faktor eksternal yang perlu diakomodasi oleh suatu bangunan yaitu meliputi kualitas udara, kualitas air, sistem keselamatan dan keamanan serta kondisi lingkungan sekitar. Terkait bangunan gedung pada situasi pandemi, kualitas udara dalam bangunan gedung menjadi faktor yang paling strategis untuk diperhatikan.

Ikatan Ahli Bangunan Hijau Indonesia (IABHI) mencoba untuk merespon kondisi saat ini dengan mengajak para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam menggali lebih jauh berbagai peluang strategi dalam mewujudkan bangunan sehat dalam suatu rangkaian pelatihan.

Alur pelatihan yang dilakukan secara daring ini diselenggarakan dengan menghadirkan tiga sub-topik penting yang dapat membentuk kerangka berpikir tentang kualitas udara yang perlu dicapai dalam memenuhi prinsip bangunan sehat.

Sub-topik pertama pada tanggal 13 dan 14 Agustus 2020 membahas tentang pengelolaan kualitas udara dalam ruangan. Perlu disadari bahwa 90% waktu masyarakat urban beraktivitas di dalam gedung. Sedangkan, kandungan polutan dalam ruangan cukup tinggi yang terdiri dari polutan kimia dan biologis.

Untuk polutan kimia, umumnya berasal dari emisi kandungan material finishing maupun furnishing, sementara polutan biologis seperti bakteri dan virus seringkali berasal dari para penghuninya. Pengurangan sumber polutan merupakan langkah awal yang diperlukan sebagai strategi awal pada pengelolaan kualitas udara dalam ruang.

Terkait dengan penyebaran bakteri dan virus, selain mengurangi jumlah okupansi dalam ruang, pengurangan sumber polutan dapat dilakukan dengan mengurangi kandungan konsentrasi polutan biologis dengan mengintroduksi udara luar ke dalam ruangan atau bangunan.

Untuk lebih memantapkan strategi tersebut, sistem tata udara perlu juga dilengkapi dengan sistem filtrasi yang mumpuni, yaitu yang memiliki kualifikasi setara dengan MERV 13 berdasarkan standar ASHRAE 52.2.

Volume introduksi udara luar yang dibutuhkan untuk mengurangi konsentrasi polutan biologis pada masa pandemi cukup besar dibanding pada standar kondisi sebelumnya. Untuk bangunan yang memiliki sistem tata udara mekanik, hal ini akan mempengaruhi secara signifikan terhadap konsumsi energi apabila standar kenyamanan udara terkait suhu masih berkisar di 25oC.

Kondisi ini terjadi dikarenakan tidak hanya udara luar, tetapi panas radiasi juga ikut masuk ke dalam ruangan sehingga menjadi beban pendingin. Untuk itu, sub-topik kedua pelatihan pada tanggal 5, 6 dan 9 November 2020 membahas tentang kenyamanan termal adaptif yang memasukkan faktor psikologis untuk membentuk persepsi kenyamanan termal baru, yang relatif lebih tinggi dari kenyamanan termal sebelumnya namun masih dapat diterima karena didukung oleh kecepatan pergerakan udara yang memadai.

Baca Juga: Pengembangan Ekonomi Hijau Butuh Terobosan Sains

Dalam menyajikan volume introduksi udara luar dan kecepatan pergerakan angin yang optimal bagi bangunan sehat, sub-topik ketiga yang dipilih pada tanggal 8 dan 11 Januari 2021 adalah sistem ventilasi alami. Desain ventilasi alami perlu dilakukan secara cermat, sehingga diperlukan analisis kondisi iklim pada tapak bangunan terlebih dahulu seputar arah pergerakan dan angin, suhu udara luar serta kondisi tapak lainnya yang relevan.

"Hal ini perlu dilakukan agar desain bukaan atau ventilasi yang dihasilkan cukup responsif menjembatani antara kebutuhan dengan kondisi lingkungan. Intervensi desain berupa sistem peneduh buatan maupun peneduh alami (vegetasi) menjadi faktor penting agar radiasi panas udara luar yang masuk ke dalam ruangan dapat berkurang," ujar Ketua IABHI, Bintang Nugroho.

Pada kondisi ruangan tertentu, bantuan sistem mekanik seperti kipas angin dan sistem pendingin seperti DOAS atau Dedicated Outdoor Air System akan diperlukan. Aplikasi dari ketiga sistem yaitu ventilasi alami, kipas angin dan ventilasi buatan seperti DOAS dapat diintegrasikan baik secara dual ataupun tripple hybird berdasarkan kebutuhan setiap bangunan sehingga tercipta kualitas udara yang nyaman, sehat dan stabil.

Animo peserta pelatihan dinilai cukup baik secara kuantitas maupun kualitas. Pelatihan dihadiri sekita 60 s.d. 80 peserta dengan latar belakang kelilmuan yang beragam. Keberagaman latar belakang keilmuan merupakan hal yang sangat diperlukan dalam memperkaya proses desain yang terintegrasi.

Selain dapat mengkampanyekan pentingnya berbangun hijau dan sehat dalam suatu lingkungan binaan, pelatihan ini juga dapat memperdalam pemahaman bahwa perwujudan bangunan sehat dan ramah lingkungan dibutuhkan solusi yang holistik melalui pendekatan yang terintegrasi. Selanjutnya, sebagai asosiasi profesi, IABHI berkomitmen akan terus melanjutkan program-program yang mendukung perwujudan lingkungan binaan yang ramah lingkungan dan sehat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LIXIL Kembali Gelar...
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026, Libatkan Juri Lintas Negara
3 Dekade Jaga Kualitas,...
3 Dekade Jaga Kualitas, Marwani Indah Perkokoh Posisi di Pasar Genteng Beton dan Paving Block
Indonesia Sustainability...
Indonesia Sustainability 360 Forum Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan
Niro Granite Bidik Proyek...
Niro Granite Bidik Proyek Pedestrian dengan Material Bersertifikasi Hijau
Kolaborasi LIXIL Membuka...
Kolaborasi LIXIL Membuka Perspektif Baru Mendesain Ruang Hidup yang Lebih Baik
Viro Transformasi ke...
Viro Transformasi ke Konstruksi Modular, Bidik Pasar Resort Tropis
Presiden Prabowo Resmikan...
Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Mobil Listrik di Magelang
Profil Pendidikan dan...
Profil Pendidikan dan Karier Denada yang Diterpa Polemik Pengakuan Anak Kandung
Askrindo Gandeng Bank...
Askrindo Gandeng Bank Kalsel, Perluas Jangkauan Asuransi Kredit Konstruksi
Rekomendasi
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved