Di Tengah Ekonomi Lesu, BUMN Malah Rame-Rame Cari Utangan

Jum'at, 15 Mei 2020 - 14:41 WIB
loading...
A A A
Jika BUMN jadi rajin cari utang dari investor luar negeri, bukan tanpa sebab. Menteri BUMN Erick Tohir sendiri yang memang meminta perusahaan negara agar saat ini lebih aktif menerbitkan obligasi.
Alasannya, kebijakan ini diharapkan dapat membantu memperkuat cadangan devisa. Namun Eric lebih berharap obligasi itu diterbitkan oleh BUMN yang memeiliki rating bagus. “Obligasi ini dari perusahaan BUMN yang ratingnya bagus, seperti BRI, Mandiri," ujarnya.

Obligasi yang diterbitkan BUMN saat pendemi ini menurut Menteri BUMN juga ditujukans sebagai langkah antisipasi untuk mendorong sektor ekonomi yang terpukul gejolak akibat wabah yang telah melanda dunia.

Selain menerbitkan obliasi, Erick Tohir juga memerintahkan enam perusahaan untuk melakukan buyback atau pembelian saham kembali. Perusahaan yang dimaksud adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Pertamina, PT BA, Telkom, dan Jasa Marga.

Publik Harus Ikut Mengawasi

Perusahaan listrik negara PT PLN (Persero) juga menerbitkan obligasi di bulan Mei ini. Bedanya obligasi PLN membidik pasar domestik dengan nilai Rp1,73 triliun. Obligasi ini dicatatkan dalam bentuk pengajuan efek berifat utang pada 8 Mei 2020.

Mengutip Keterbukaan Informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), PLN mengajukan obligasi berkelanjuran III tahan VII tahun 2020 pada akhir pekan lalu. Tingkat utang obligasi korporasi tersebut bersifat tetap. Obligasi yang akan diterbitkan terbagi menjadi empat seri, pertama Seri A sebesar Rp316,70 miliar dengan tingkat bunga 7,92 % dan memiliki tenor tiga tahun.

Kedua, Seri B sebesar Rp99,15 juta dengan tingkat bunga 8,25% dan tenor lima tahun. Ketiga, Seri C sebesar Rp312,18 miliar dengan tingkat bunga 8,55% dan tenor tujuh tahun. Serta Seri D sebesar Rp1,009 triliun dengan tingkat bunga 9,1%.

Sebelumnya, pada Januarai 2020 PLN sudah menerbitkan surat utang dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 4,91 triliun. Ada dua surat berharga yang diterbitkan BUMN ini. Obligasi Berkelanjutan III tahap IV dengan nilai Rp 4,8 triliun dan Sukuk Ijarah berkelanjutan III thap IV dengan nilai Rp 115,5 miliar. Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan memang saat ini PLN membutuhkan banyak dana. Baca juga: Ini Dia BUMN yang Gagal Bayar, Saatnya Bisnis Perusahaan Negara Dirombak Besar-Besaran
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Picu Kepanikan Petani Sawit, Harga TBS Turun Drastis
Danantara Sumberdaya...
Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Jadi BUMN Khusus Ekspor
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Rekomendasi
Cuan Miliaran Tiap Hari...
Cuan Miliaran Tiap Hari dari Piring Anak Sekolah: Mengintip Garasi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
Bukan Garasi Pejabat...
Bukan Garasi Pejabat Biasa: Dua Harley, Tiga Jip Legendaris, dan Rompi Oranye Silmy Karim
Melirik Ambisi China...
Melirik Ambisi China di Sumatera: BYD Gelar Pesta Teknologi Tanpa Asap Knalpot
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved