Banjiri RI, Impor Sayuran Asal China Melonjak 219%
Jum'at, 15 Mei 2020 - 15:00 WIB
loading...
Impor sayuran asal China pada April 2020 meningkat drastis 219,31% didominasi bawang putih. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor komoditas sayuran asal China membanjiri Indonesia selama bulan lalu. Nilainya mencapai USD75,37 juta, melonjak 219,31% atau tiga kali lipat dibandingkan Maret 2020 yang hanya USD23,60 juta.
"Jadi Sayuran di sini itu maksudnya yang paling banyak adalah bawang putih asal China," papar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Jumat (15/5/2020).
Selanjutnya, kata Suhariyanto, impor perangkat optik, fotografi, sinematografi, dan medis dari China juga meningkat 92,49%, dari USD38,80 juta di Maret 2020 menjadi USD74,69 juta di April 2020. Suhariyanto mengatakan, impor dari China naik sebesar USD762,3 juta. China dalam hal ini menjadi kontributor kenaikan impor nonmigas berdasarkan negara pada April 2020, dibandingkan dengan negara lain.
(Baca Juga: Impor Produk Asal China Meningkat USD762,3 Juta pada April)
"Kenaikan impor dari China ini menunjukkan recovery dari negara itu sudah berjalan cukup bagus," katanya. Suhariyanto menambahkan, selain China, impor dari Kanada juga mengalami kenaikan pada April sebesar USD84,1 juta, Brasil naik USD80,6 juta dan Amerika Serikat tumbuh USD28, 8 juta secara bulanan.
"Jadi Sayuran di sini itu maksudnya yang paling banyak adalah bawang putih asal China," papar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Jumat (15/5/2020).
Selanjutnya, kata Suhariyanto, impor perangkat optik, fotografi, sinematografi, dan medis dari China juga meningkat 92,49%, dari USD38,80 juta di Maret 2020 menjadi USD74,69 juta di April 2020. Suhariyanto mengatakan, impor dari China naik sebesar USD762,3 juta. China dalam hal ini menjadi kontributor kenaikan impor nonmigas berdasarkan negara pada April 2020, dibandingkan dengan negara lain.
(Baca Juga: Impor Produk Asal China Meningkat USD762,3 Juta pada April)
"Kenaikan impor dari China ini menunjukkan recovery dari negara itu sudah berjalan cukup bagus," katanya. Suhariyanto menambahkan, selain China, impor dari Kanada juga mengalami kenaikan pada April sebesar USD84,1 juta, Brasil naik USD80,6 juta dan Amerika Serikat tumbuh USD28, 8 juta secara bulanan.
Lihat Juga :