Survei Membuktikan BLT UMKM Rp2,4 Juta dan Pasar Digital Dirasakan Manfaatnya
Minggu, 17 Januari 2021 - 19:01 WIB
loading...
Sepanjang 2020, pemerintah melakukan intervensi kebijakan baik dari sisi hulu (supply) dan hilir (demand), dalam rangka percepatan pemulihan UMKM dan koperasi dari dampak pandemi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kebangkitan UMKM dan koperasi merupakan kunci pemulihan ekonomi, khususnya kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja atas tantangan potensi meningkatnya angka jumlah pengangguran. Sepanjang 2020, pemerintah melakukan intervensi kebijakan baik dari sisi hulu (supply) dan hilir (demand), dalam rangka percepatan pemulihan UMKM dan koperasi dari dampak pandemi.
Baca Juga: BLT UMKM Rp2,4 Juta Akan Ditutup Bulan Ini, Buruan Daftar Disini
Di sisi hulu/supply, dalam kerangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), stimulus diberikan berupa subsidi bunga KUR, KUR Super Mikro dan Non KUR; insentif pajak. Lalu ada tambahan modal kerja kepada koperasi melalui LPDB dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) berupa hibah modal kerja sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro agar usahanya bertahan di masa pandemi.
"Hingga saat ini, Banpres telah disalurkan 100% kepada 12 juta pelaku usaha mikro dengan jumlah bantuan sebesar Rp28,8 triliun," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Minggu (17/1/2021).
Baca juga : Vaksinasi Diharapkan Dorong Normalisasi Kegiatan Ekonomi
Baca Juga: BLT UMKM Rp2,4 Juta Akan Ditutup Bulan Ini, Buruan Daftar Disini
Di sisi hulu/supply, dalam kerangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), stimulus diberikan berupa subsidi bunga KUR, KUR Super Mikro dan Non KUR; insentif pajak. Lalu ada tambahan modal kerja kepada koperasi melalui LPDB dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) berupa hibah modal kerja sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro agar usahanya bertahan di masa pandemi.
"Hingga saat ini, Banpres telah disalurkan 100% kepada 12 juta pelaku usaha mikro dengan jumlah bantuan sebesar Rp28,8 triliun," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Minggu (17/1/2021).
Baca juga : Vaksinasi Diharapkan Dorong Normalisasi Kegiatan Ekonomi
Lihat Juga :