Transformasi, BRI Akan Fokus pada 2 Hal Ini
Selasa, 19 Januari 2021 - 16:18 WIB
loading...
Bank BRI menjalani transformasi yang berfokus pada digital dan kultur. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tengah menjalani transformasi , dimana fokus perseroan ditempatkan pada dua hal yakni digital dan kultur.
"Inovasi digital itu sangat penting karena tidak mungkin kita menangani yang kecil-kecil itu secara manual, malah nanti inefisiensi," jelas Direktur Utama BRI Sunarso dalam webinar di Jakarta, Selasa (19/1/2021).
Baca Juga: Holding BUMN Berisikan BRI, Pegadaian dan PNM Membuka Akses UMKM
Sunarso mengatakan, perseroan melakukan digitalizing core, yaitu mendigitalisasi layanan dan transaksi atau business process yang ada. Kemudian, BRI juga melakukan enhancement pada aplikasi mobile banking, serta mendigitalkan proses kredit mikro dan ekosistem seperti membuat platform pasar.id lalu meluncurkan open API, dan mulai menggunakan big data analytics.
Untuk mendigitalisasi layanan dan mempercepat proses kredit, kata dia, BRI juga mulai menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang diberi nama BRI Brain. Menurut dia, BRI Brain ini akan mengorganisir data customer BRI untuk dianalisis dan menghasilkan prediksi dalam pengambilan keputusan.
Dari Big Data Analytics yang dimiliki akan diolah oleh BRI Brain, kemudian akan menghasilkan BRI score yang akan digunakan sebagai panduan pekerja BRI mengambil keputusan. "BRI Brain ini tidak hanya digunakan pada credit scoring, namun juga dalam profiling customer, deteksi transaksi fraud, dan lainnya," ucapnya.
Digitalisasi layanan dilakukan demi menjangkau lebih banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan ultra mikro yang belum terlayani perbankan. BRI, imbuh Sunarso, tidak hanya fokus untuk mempercepat proses kredit semata.
"Inovasi digital itu sangat penting karena tidak mungkin kita menangani yang kecil-kecil itu secara manual, malah nanti inefisiensi," jelas Direktur Utama BRI Sunarso dalam webinar di Jakarta, Selasa (19/1/2021).
Baca Juga: Holding BUMN Berisikan BRI, Pegadaian dan PNM Membuka Akses UMKM
Sunarso mengatakan, perseroan melakukan digitalizing core, yaitu mendigitalisasi layanan dan transaksi atau business process yang ada. Kemudian, BRI juga melakukan enhancement pada aplikasi mobile banking, serta mendigitalkan proses kredit mikro dan ekosistem seperti membuat platform pasar.id lalu meluncurkan open API, dan mulai menggunakan big data analytics.
Untuk mendigitalisasi layanan dan mempercepat proses kredit, kata dia, BRI juga mulai menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang diberi nama BRI Brain. Menurut dia, BRI Brain ini akan mengorganisir data customer BRI untuk dianalisis dan menghasilkan prediksi dalam pengambilan keputusan.
Dari Big Data Analytics yang dimiliki akan diolah oleh BRI Brain, kemudian akan menghasilkan BRI score yang akan digunakan sebagai panduan pekerja BRI mengambil keputusan. "BRI Brain ini tidak hanya digunakan pada credit scoring, namun juga dalam profiling customer, deteksi transaksi fraud, dan lainnya," ucapnya.
Digitalisasi layanan dilakukan demi menjangkau lebih banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan ultra mikro yang belum terlayani perbankan. BRI, imbuh Sunarso, tidak hanya fokus untuk mempercepat proses kredit semata.
Lihat Juga :