Kementan Dorong Pengembangan Sumber Daya Ternak Lokal Sapi Pasundan

Jum'at, 15 Mei 2020 - 17:24 WIB
loading...
Kementan Dorong Pengembangan...
Salah satu kekayaan ternak lokal Indonesia adalah Sapi Pasundan yang telah dipelihara secara turun-temurun dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat peternak Jawa Barat
A A A
JAKARTA - Salah satu kekayaan ternak lokal Indonesia adalah Sapi Pasundan yang telah dipelihara secara turun-temurun dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat peternak Jawa Barat selama ratusan tahun. Ternak sapi pasundan juga telah dijadikan sebagai sumber penghidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita di Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Ketut mengatakan, sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis sumberdaya lokal, maka Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus melakukan pengembangan ternak asli Indonesia untuk mempertahankan sumber daya genetik ternak lokal, sekaligus sebagai salah satu solusi pemenuhan kebutuhan pangan nasional yaitu daging sapi.

“Kita akan terus dorong dan fokus dalam pengembangan sumber daya ternak lokal sebagai upaya penyelamatan plasma nutfah asli Indonesia,” ungkap Ketut.

Menurutnya, dalam rangka memberikan perlindungan hukum dan menjamin kelestarian serta pemanfaatan secara berkelanjutan, Pemerintah telah menetapkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 1051/Kpts/SR.120/10/2014 tanggal 13 Oktober 2014 tentang Penetapan Rumpun Sapi Pasundan.

"Pengembangan Sapi Pasundan sebagai upaya pemenuhan daging nasional merupakan langkah yang tepat di saat negeri ini masih mengalami kekurangan daging sapi, mengingat keunggulan komparatifnya dibanding sapi lain yang sudah lama hidup di lingkungan tropis," tambah Ketut.

Lebih lanjut Ketut menerangkan bahwa sebagai bentuk dukungan teknologi dalam menjaga melestarikan plasma nutfah asli Indonesia, Kementan memiliki Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang dan Balai Inseminasi Buatan (BUB) Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Ditjen PKH yang memiliki tugas dan fungsi untuk penyelamatan plasma nutfah dengan memproduksi embrio dan semen beku untuk mendapatkan ternak sapi yang berkualitas.

"Selain Sapi Pasundan, saat ini donor sapi lokal (plasma nutfah) yang sudah ada di BET Cipelang termasuk Sapi Aceh, Sapi Bali, Sapi Madura dan Sapi Ongole,” tutur Ketut.

Sementara itu, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH, Sugiono menjelaskan berbagai keunggulan sapi pasudan, yakni selain adaptif dengan kondisi agroekosistem di Provinsi Jawa Barat, Sapi ini juga memiliki sistem reproduksi yang baik, dengan rentang beranak yang relatif stabil dan selalu menghasilkan ternak yang mempunyai nilai kondisi tubuh di atas tiga pada skala lima.

Sapi Pasundan lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan cuaca. Hal ini memberikan dampak positif terhadap sistem kesehatannya, karena dengan lebih mudah beradaptasi, Sapi Pasundan tidak mudah stres. Selain itu, Sugiono menilai Sapi Pasundan mempunyai prosentasi karkas yang cukup baik, pada kisaran 50 % dengan berat bisa sampai 300-350 kg.

“Sapi Pasundan mempunyai potensi untuk menghasilkan daging dengan kualitas premium,” ungkap Sugiono.

Di tempat terpisah, Aida Rosana, Kepala Bidang Produksi Peternakan, Dinas ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, mengungkapkan, upaya pemerintah daerah untuk menggenjot populasi Sapi Pasundan adalah dengan memproduksi semen bekunya di UPT Daerah Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Potong (BPPIBTSP), Ciamis.

Senada dengan Aida, Kepala UPT Daerah BPPIBTSP Ciamis, Asep Ali Fuad H juga menceritakan upaya pemda dalam menggenjot populasi sapi pasundan di Jabar, salah satunya adalah dengan menggandeng kelompok binaan di 12 kabupaten untuk melestarikan dan memuliakan plasma nutfah sapi Pasundan di Jawa Barat.

“Sapi Pasundan merupakan plasma nutfah Jawa Barat yang harus di lestarikan, dimuliakan dan dikembangkan di masyarakat. Ke depan Sapi Pasundan diharapkan berkontribusi dalam pemenuhan daging di Jawa Barat,” pungkasnya.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Gerak Cepat Atasi Kekeringan,...
Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Kementan Sabet Penghargaan Komunikasi Publik Terbaik di AMH 2024
Tebus Pupuk Subsidi...
Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP, Mentan Amran: Jangan Dipersulit!
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Rekomendasi
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
Hari Kedua Audisi Miss...
Hari Kedua Audisi Miss Indonesia 2026 Membludak, Talenta Muda Surabaya Tunjukkan Pesonanya
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved