Erick Thohir Beberkan Perbedaan Vaksin Mandiri dan Subsidi

loading...
Erick Thohir Beberkan Perbedaan Vaksin Mandiri dan Subsidi
Petugas medis menunjukan vaksin Sinovac di RS Siloam Hospital di Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (14/1/2020). Foto/SINDOphoto/Yorri Farli
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir , buka suara ihwal usulan pengusaha agar dibukanya vaksinasi Covid-19 jalur mandiri. Seperti diketahui, saat ini hanya ada satu jalur yang tersedia yakni vaksinasi gratis.

Erick mengutarakan, vaksin Covid-19 gratis atau subsidi merupakan prioritas utama pemerintah. Sementara vaksin mandiri belum menjadi prioritas. Meksi begitu, pihaknya tak menutup mata jika vaksin mandiri diperlukan.

Dia menilai, jika nantinya jalur vaksin mandiri dibuka, maka jenis dan merek vaksinnya akan berbeda dengan vaksinasi subsidi yang disediakan oleh pemerintah.

"Kalau sampai nanti kita ditugasi vaksin mandiri, tentu seperti arahan dari pimpinan, ada beberapa catatan. Satu, vaksinnya berbeda jenis. Jadi supaya yang gratis dan mandiri tidak tercampur. Jadi merek vaksinnya berbeda," katanya, Rabu (20/1/2021).



(Baca juga: Rekor! Sehari 9.755 Orang Sembuh dari Covid-19 )

Ihwal waktu pemberian vaksin mandiri dan vaksin subsidi juga akan berbeda. Di mana, vaksin gratis akan didahulukan, baru setelah itu vaksin mandiri diberikan.

"Jadi vaksin gratis harus berjalan, 1 hingga 2 bulan ke depan, baru nanti kalau ada yang mandiri setelah itu. Kami dapatkan (informasi) dari diskusi-diskusi kemarin," tuturnya.



Terkait dengan vaksinasi mandiri ini, Erick masih menunggu penugasan dari Kementerian Kesehatan. Sebab, Kementerian BUMN hanya akan menjalankan tugas yang diberikan dari pemerintah pusat.

(Baca juga: AS Sebut Huang Yanling Salah Satu Kebusukan China Geluti Bisnis Covid-19 )

"Kalau memang ini menjadi keputusan yang payung hukumnya jelas, tetapi sebenarnya di keputusan Kemenkes waktu itu di dalamnya ada vaksin gratis dan mandiri. Kami tinggal menerapkan saja, apakah nanti ditugaskan vaksin mandiri berjalan atau tidak," kata dia.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top