Biden Injeksi Stimulus USD1,9 Triliun, IHSG Diramal Naik ke 6.500
Kamis, 21 Januari 2021 - 01:59 WIB
loading...
A
A
A
Prospek penguatan rupiah dan valuasi obligasi yang saat ini masih di kisaran wajar, ditambah dengan partisipasi Bank Indonesia di pasar primer berpotensi membawa rata rata tahunan yield obligasi 10 tahun kearah 5,9% di 2021, atau turun 100+ bps dibanding tahun 2020.
(Baca juga: Tekanan Masih Tinggi, IHSG Bisa Lanjut Koreksi )
Sementara itu di pasar saham, dengan ekspektasi pertumbuhan PDB nominal di 2021 sebesar 6%, dan ditambah dengan perbaikan kondisi likuiditas di bursa, Adrian memperkirakan IHSG berpotensi naik sebanyak 9% ke kisaran 6.500.
Terpisah, Kepala Ekonom TanamDuit Ferry Latuhihin mengatakan, untuk bulan Januari ini kondisi market masih sangat volatile. "Sulit memprediksi tren dengan berbagai metode time series statistik karena distribusi probabilitasnya punya variasi yang sangat lebar," kata Ferry.
(Baca juga: Tekanan Masih Tinggi, IHSG Bisa Lanjut Koreksi )
Sementara itu di pasar saham, dengan ekspektasi pertumbuhan PDB nominal di 2021 sebesar 6%, dan ditambah dengan perbaikan kondisi likuiditas di bursa, Adrian memperkirakan IHSG berpotensi naik sebanyak 9% ke kisaran 6.500.
Terpisah, Kepala Ekonom TanamDuit Ferry Latuhihin mengatakan, untuk bulan Januari ini kondisi market masih sangat volatile. "Sulit memprediksi tren dengan berbagai metode time series statistik karena distribusi probabilitasnya punya variasi yang sangat lebar," kata Ferry.
(ind)
Lihat Juga :