Jokowi Sebut Kelas Menengah Kunci Genjot Perekonomian, Ada Tapinya

Kamis, 21 Januari 2021 - 17:44 WIB
loading...
Jokowi Sebut Kelas Menengah...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kelas menengah sebagai potensi besar untuk menggenjot ekonomi dalam negeri. Namun masih ada tapinya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kelas menengah sebagai potensi besar untuk menggenjot ekonomi dalam negeri. Utamanya dengan meningkatkan demand kelas menengah. Namun begitu Jokowi menyebut bahwa demand kelas menengah belum bergerak demand­-nya.

“Sebetulnya ruang yang paling besar untuk memperkuat menaikkan meningkatkan demand itu adalah di kelas menengah. Yang sampai saat ini belum bergerak untuk demand-nya naik,” katanya dalam pembukaan Kompas100 CEO Forum Tahun 2021, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga: Ketemu Luhut, Sandi Uno Kejar Wisatawan Kelas Menengah

Untuk itu pemerintah akan terus melanjutkan program bantuan sosial (bansos) dan insentif bagi pengusaha UMKM. “Dalam jangka pendek, ini akan kita teruskan yang berkaitan dengan bantuan sosial untuk yang tidak mampu. Kemudian, yang berkaitan dengan bantuan untuk usaha mikro, kecil, menengah terus, insentif pajak, bantuan modal darurat terus,” ujarnya.

Sementara kartu pra kerja juga akan dilanjutkan bagi masyarakat yang terkena PHK. Hal ini dilakukan agar daya beli meningkat. “Untuk apa? Agar ada daya beli, agar ada konsumsi, agar ada demand,” pungkasnya.

Baca Juga: Biar Kelas Menengah Doyan Belanja, Skema dan Duit Bansos Perlu Ditambah

Sebelumnya ekonom sempat menyarankan, skema bantuan sosial (bansos) perlu dirubah dengan fokus pada 20% masyarakat kelompok terbawah dengan penambahan besaran bantuan hingga Rp1,5 juta per rumah tangga dan skema bantuan tunai . Hal ini dilakukan untuk mendongkrak daya konsumsi masyarakat .
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Rekomendasi
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved