Jaga Lahan dari Hama, Petani Cilacap Diajak Asuransikan Lahan

Senin, 25 Januari 2021 - 13:23 WIB
loading...
Jaga Lahan dari Hama,...
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo
A A A
CILACAP - Puncak musim hujan dikhawatirkan akan turut meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit. Untuk itu, Kementerian Pertanian mengajak petani untuk menjaga lahan dengan asuransi. Ajakan ini juga disampaikan untuk petani di Cilacap, Jawa Tengah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani harus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa merusak lahan pertaniannya.

"Sejumlah daerah diprediksi akan memasuki puncak musim hujan. Ada potensi serangan hama dan penyakit tanaman ikut meningkat. Oleh karena itu, kita mengajak petani untuk mengasuransikan lahan," katanya, Senin (25/1/2021).

Ajakan senada disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy.

"Asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana. Asuransi akan meng-cover lahan dari perubahan iklim, cuaca buruk, bencana alam, atau serangan hama dan organisme pengganggu tanaman," katanya.

Menurut Sarwo Edhy, dengan asuransi petani tidak akan menderita kerugian meski lahan pertaniannya gagal panen.

"Asuransi memiliki klaim yang akan diberikan saat lahan gagal panen. Besarnya mencapai Rp6 juta perhektare. Dengan klaim ini, petani tidak akan merugi. Justru petani tetap memiliki modal untuk tanam," katanya.

Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap juga meminta petani mewaspadai meningkatnya risiko serangan hama dan penyakit tanaman padi pada puncak musim hujan ini.

Kepala Dinas Pertanian Cilacap, Supriyanto mengatakan hama dan penyakit berkembang pesat pada kelembapan tinggi, terutama pada saat intensitas matahari karena tingginya intensitas hujan dan tutupan awan.

Serangan hama dan penyakit dapat menurunkan produktivitas, dan bahkan gagal panen.

Beberapa penyakit yang muncul pada musim hujan itu di antaranya, sundep, hawar daun, patah batang leher, hingga serangan wereng. Yang patut diwaspadai adalah serangan hama wereng cokelat yang dapat menyebabkan sawah puso.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Gerak Cepat Atasi Kekeringan,...
Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Kementan Sabet Penghargaan Komunikasi Publik Terbaik di AMH 2024
Tebus Pupuk Subsidi...
Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP, Mentan Amran: Jangan Dipersulit!
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Rekomendasi
Lesti Kejora Dukung...
Lesti Kejora Dukung Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Perselingkuhan
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Babak Baru Ijazah Jokowi,...
Babak Baru Ijazah Jokowi, Kala Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Segera Disidang?
Berita Terkini
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved