Perbankan Diminta Selektif, OJK: Jangan Kredit Ferrari Diberi Keringanan

Sabtu, 16 Mei 2020 - 01:11 WIB
loading...
Perbankan Diminta Selektif,...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan untuk lebih selektif dalan memberikan keringanan kredit, dan mengingatkan jangan sampai nasabah yang kaya dengan kredit mobil Ferrari bermiliar-miliar diberi restrukturisasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan untuk lebih selektif dalan memberikan keringanan kredit. Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan agar perbankam melakukan seleksi terhadap nasabah yang mengajukan keringanan kredit.

"Saya mengingatkan agar bank tidak memberikan keringanan kredit kepada nasabah yang mampu secara finansial. Dia mencontohkan kredit kendaraan mewah yang seharusnya tidak mendapat keringanan," ujar Wimboh Santoso di Jakarta, Jumat (15/5/2020).

(Baca Juga: OJK Sebut Kredit Perbankan Masih Tumbuh Positif )

Sambung dia menghimbau agar perbankan tidak memberikan keringanan kredit bagi pengusaha yang sebenarnya masih memiliki dana untuk bertahan di tengah pandemi virus corona. Apalagi pengusaha yang bisnisnya selama ini sukses dan punya cuan besar.

“Kita juga harus kasih contoh agar ada empatinya. Jangan sampai nasabah yang kaya, kredit mobil Ferrari bermiliar-miliar diberi restrukturisasi," katanya.

Dia melanjutkan, nasabah kaya seharusnya mereka mempunyai banyak tabungan. Agar para pengusaha agar bisa menggunakan dana tabungannya untuk bertahan di tengah pandemi. "Tolonglah nasabah-nasabah ini, kita harus sama-sama kalau ada yang lain enggak makan, dikasih makan," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OJK Blak-blakan soal...
OJK Blak-blakan soal 4 Penyebab IHSG Ambrol Sejak Awal Tahun 2026
Porsi Free Float Dipenuhi...
Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak
IHSG Jatuh Terseret...
IHSG Jatuh Terseret Rilis MSCI ke 6.734, OJK: Masih Batas Wajar
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp59,35 Triliun, Ketua OJK Tekankan Kepercayaan Investor
OJK Targetkan Pasar...
OJK Targetkan Pasar Modal Sumbang Rp1.812 Triliun untuk Kebutuhan Investasi Nasional
Pertumbuhan Kredit Februari...
Pertumbuhan Kredit Februari 2026 Sedikit Lambat ke 9,37%, Perbankan Salurkan Rp8.559 T
Ratusan Mahasiswa Surabaya...
Ratusan Mahasiswa Surabaya Ikuti Edukasi Asuransi yang Digelar BRI Insurance
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Rekomendasi
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Konsumsi Gula Harian...
Konsumsi Gula Harian Jangan Lebih dari 6 Sendok Teh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved