Sinovac Tidak Boleh Dipakai Swasta untuk Vaksinasi Mandiri, Erick Cari Opsi Lain
Jum'at, 29 Januari 2021 - 10:26 WIB
loading...
A
A
A
Dalam konteks itu, swasta hanya diizinkan melakukan pengadaan vaksin dengan pemerintah dalam bentuk vaksin jadi. Erick memastikan, swasta akan dikenakan biaya pembelian. Besaran harga hingga poin peruntukan vaksin dan lokasi vaksinasi masih didiskusikan guna menyusun payung hukumnya.
"Konteksnya tetap pemerintah yang mengadakan, jangan sampai ini kayak APD, kayak PCR, harganya gila-gilaan di market, karena itu BPKP, LPKP juga sudah menyarankan ada harga tidak boleh sebebas-bebasnya. Nanti kalau swasta mau beli tentu pengadaan dengan pemerintah, dia buat siapa, karyawannya, di daerah mana, tentu payung hukumnya sama, tentu sama dengan strategi yang dilakukan pemerintah," kata dia.
Baca Juga: Pemerintah Targetkan 70% Cakupan Vaksinasi Covid-19 demi Herd Immunity
Pemerintah juga masih belum mengetahui kapan vaksinasi mandiri dimulai. Saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menyusun regulasi terkait itu. "Hal ini sedang menjadi wacana, tetapi tentu penyuntikannya (vaksinasi mandiri) sendiri tidak mungkin saat ini, bulan ini juga karena apa? Yang Nakes belum selesai, TNI, Polri akan masuk (vaksinasi)," paparnya.
"Konteksnya tetap pemerintah yang mengadakan, jangan sampai ini kayak APD, kayak PCR, harganya gila-gilaan di market, karena itu BPKP, LPKP juga sudah menyarankan ada harga tidak boleh sebebas-bebasnya. Nanti kalau swasta mau beli tentu pengadaan dengan pemerintah, dia buat siapa, karyawannya, di daerah mana, tentu payung hukumnya sama, tentu sama dengan strategi yang dilakukan pemerintah," kata dia.
Baca Juga: Pemerintah Targetkan 70% Cakupan Vaksinasi Covid-19 demi Herd Immunity
Pemerintah juga masih belum mengetahui kapan vaksinasi mandiri dimulai. Saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menyusun regulasi terkait itu. "Hal ini sedang menjadi wacana, tetapi tentu penyuntikannya (vaksinasi mandiri) sendiri tidak mungkin saat ini, bulan ini juga karena apa? Yang Nakes belum selesai, TNI, Polri akan masuk (vaksinasi)," paparnya.
(akr)
Lihat Juga :