Cuaca Ekstrem Ganggu Bisnis Pelayaran, INSA: Keselamatan yang Utama
Selasa, 02 Februari 2021 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
Carmelita mengatakan, cuaca ekstrem tentu memengaruhi kinerja perusahaan pelayaran. Namun, perusahaan pelayaran sudah terbiasa menghitung berapa potensi kerugian dari kondisi seperti itu. “Ini tentang cuaca ekstrem, bukan soal pendapatan untung-rugi tetapi soal keselamatan yang harus diutamakan,” tegasnya.
Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Maklumat Pelayaran yang ditujukan untuk seluruh Kepala Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Indonesia yang memiliki tugas dan wewenang terkait keselamatan pelayaran.
(Baca juga: Diterjang Gelombang Tinggi dan Angin Kencang, Kapal TB Mitra Jaya VII Kandas )
Menurut Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad Maklumat Pelayaran menginstruksikan kepada Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, Kepala Kantor KSOP, Kepala Kantor UPP, Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, Kepala Pangkalan PLP, serta Kepala Distrik Navigasi di seluruh Indonesia untuk mewaspadai bahaya cuaca ekstrem selama tujuh hari ke depan.
"Berdasarkan hasil pemantauan BMKG tanggal 25 Januari 2021 KMA diperkirakan pada 26 Januari sampai dengan 1 Februari 2021, cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi," kata Ahmad dalam siaran pers.
Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Maklumat Pelayaran yang ditujukan untuk seluruh Kepala Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Indonesia yang memiliki tugas dan wewenang terkait keselamatan pelayaran.
(Baca juga: Diterjang Gelombang Tinggi dan Angin Kencang, Kapal TB Mitra Jaya VII Kandas )
Menurut Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad Maklumat Pelayaran menginstruksikan kepada Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, Kepala Kantor KSOP, Kepala Kantor UPP, Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, Kepala Pangkalan PLP, serta Kepala Distrik Navigasi di seluruh Indonesia untuk mewaspadai bahaya cuaca ekstrem selama tujuh hari ke depan.
"Berdasarkan hasil pemantauan BMKG tanggal 25 Januari 2021 KMA diperkirakan pada 26 Januari sampai dengan 1 Februari 2021, cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi," kata Ahmad dalam siaran pers.
(ind)
Lihat Juga :