Terungkap, Ini Insentif dari SKK Migas untuk Jaga Produksi Blok Mahakam
Rabu, 03 Februari 2021 - 19:15 WIB
loading...
SKK Migas menyiapkan sejumlah insentrif untuk upaya menjaga produksi dari Blok Mahakam. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan, produksi minyak dan gas (migas) di Blok Mahakam akan terus menurun ke depannya apabila tidak ada upaya untuk menahan penurunan tersebut.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pada tahun 2021 target produksi minyak di Blok Mahakam mencapai 22.020 barel per hari (bph). Sementara untuk produksi gas ditargetkan sebesar 434,89 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Baca Juga: Tahan Penurunan Produksi Blok Cepu, SKK Migas Siapkan Langkah-langkah Ini
"Kita masih punya target untuk meningkatkan produksi di Mahakam ini," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (3/2/2021).
Dwi memaparkan, untuk menahan laju penurunan produksi dibutuhkan insentif hulu migas dan insentif fiskal bagi Blok Mahakam. Dukungan insentif hulu migas terdiri dari perubahan FTP shareable dari 20% menjadi 5%, depresiasi dipercepat atas biaya kapital pada empat tahun terakhir masa kontrak dan pengembalian penuh biaya modal pada 2037, serta kredit investasi (investment credit).
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pada tahun 2021 target produksi minyak di Blok Mahakam mencapai 22.020 barel per hari (bph). Sementara untuk produksi gas ditargetkan sebesar 434,89 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Baca Juga: Tahan Penurunan Produksi Blok Cepu, SKK Migas Siapkan Langkah-langkah Ini
"Kita masih punya target untuk meningkatkan produksi di Mahakam ini," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (3/2/2021).
Dwi memaparkan, untuk menahan laju penurunan produksi dibutuhkan insentif hulu migas dan insentif fiskal bagi Blok Mahakam. Dukungan insentif hulu migas terdiri dari perubahan FTP shareable dari 20% menjadi 5%, depresiasi dipercepat atas biaya kapital pada empat tahun terakhir masa kontrak dan pengembalian penuh biaya modal pada 2037, serta kredit investasi (investment credit).
Lihat Juga :