Perbankan Ditabrak Pandemi, Saham Himbara Masih Layak Dikoleksi
Kamis, 04 Februari 2021 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
Penurunan penyaluran kredit Bank Mandiri di 2020 juga hanya 1,61%, jauh lebih baik ketimbang kontraksi yang dialami perbankan nasional sebesar 2,41%. "Bank Mandiri tahun lalu agresif dalam mengembangkan layanan digital untuk kanal penyaluran kredit. Ini memberikan efek positif terhadap penyaluran kredit perseroan," kata Head of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe.
Kiswoyo menambahkan, pada tahun 2021 ini, penyaluran kredit perbankan bisa jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020. Salah satu pemicunya, adanya kebijakan vaksinasi yang diterapkan pemerintah. Indonesia merupakan salah satu dari 40 negara yang melakukan vaksinasi Covid-19 terlebih dahulu dibandingkan negara-negara lainnya.
"Kebijakan vaksinasi ini akan meningkatkan kepercayaan pasar. Jadi, pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 seharusnya sudah bisa plus di kuartal pertama ini," imbuh Kiswoyo.
Baca Juga: Mendominasi, Market Share Aset Bank Himbara Capai 41,59%
Seiring dengan membaiknya perekonomian, industri perbankan diproyeksi juga akan kembali pulih. Kinerja perbankan, terutama dari sisi laba, bakal ikut terdongkrak. Apalagi, kata Kiswoyo, di tahun 2020, banyak bank sudah melakukan pencadangan kerugian dalam jumlah besar.
Karena itu, menurut Kiswoyo, saham-saham bank Himbara masih layak koleksi. Dia menyebut, saham Bank BNI (BBNI), BRI (BBRI), dan Bank Mandiri (BMRI) masih akan terus mendaki. "Saya merekomendasikan buy untuk saham BBNI dengan target harga hingga akhi tahun ini Rp 7.000, BBRI Rp 5.000 dan BMRI Rp8.000," kata Kiswoyo.
Senada dengan Kiswoyo, Suria Dharma juga merekomendasikan buy untuk saham emiten bank Himbara. Untuk saham BBNI, Suria memproyeksi target harga saham bank berlogo 46 ini ada di level Rp 8.500, BBRI Rp 5.700 dan BMRI Rp 8.000. "Kebijakan vaksinasi Covid-19 akan mendukung pergerakan harga saham emiten perbankan," tandas Suria.
Kiswoyo menambahkan, pada tahun 2021 ini, penyaluran kredit perbankan bisa jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020. Salah satu pemicunya, adanya kebijakan vaksinasi yang diterapkan pemerintah. Indonesia merupakan salah satu dari 40 negara yang melakukan vaksinasi Covid-19 terlebih dahulu dibandingkan negara-negara lainnya.
"Kebijakan vaksinasi ini akan meningkatkan kepercayaan pasar. Jadi, pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 seharusnya sudah bisa plus di kuartal pertama ini," imbuh Kiswoyo.
Baca Juga: Mendominasi, Market Share Aset Bank Himbara Capai 41,59%
Seiring dengan membaiknya perekonomian, industri perbankan diproyeksi juga akan kembali pulih. Kinerja perbankan, terutama dari sisi laba, bakal ikut terdongkrak. Apalagi, kata Kiswoyo, di tahun 2020, banyak bank sudah melakukan pencadangan kerugian dalam jumlah besar.
Karena itu, menurut Kiswoyo, saham-saham bank Himbara masih layak koleksi. Dia menyebut, saham Bank BNI (BBNI), BRI (BBRI), dan Bank Mandiri (BMRI) masih akan terus mendaki. "Saya merekomendasikan buy untuk saham BBNI dengan target harga hingga akhi tahun ini Rp 7.000, BBRI Rp 5.000 dan BMRI Rp8.000," kata Kiswoyo.
Senada dengan Kiswoyo, Suria Dharma juga merekomendasikan buy untuk saham emiten bank Himbara. Untuk saham BBNI, Suria memproyeksi target harga saham bank berlogo 46 ini ada di level Rp 8.500, BBRI Rp 5.700 dan BMRI Rp 8.000. "Kebijakan vaksinasi Covid-19 akan mendukung pergerakan harga saham emiten perbankan," tandas Suria.
(akr)
Lihat Juga :