Pertumbuhan Ekonomi Negatif jadi Alarm Depresi di 2021
Jum'at, 05 Februari 2021 - 14:37 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal keempat 2020 tercatat -2,19% (yoy) atau -2,07% secara full year 2020. Pengamat ekonomi Bhima Yudhistira melihat pertumbuhan ekonomi negatif bahaya bila dibiarkan hingga kuartal I/2021. Pasalnya, Indonesia akan rentan masuk dalam wilayah depresi ekonomi. Definisi depresi ekonomi adalah resesi ekonomi yang berkelanjutan satu tahun atau lebih.
"Biaya pemulihan ekonomi relatif mahal jika depresi terjadi. Pola pemulihan menjadi U-shape atau bahkan L-shape jika kebijakan ekonomi kurang responsif," ujarnya, Jumat (5/2/2021).
(Baca juga: Ekonomi RI Minus 2,07% di 2020, Terparah Setelah Krismon 98 )
Dia mengkritisi kebijakan pemerintah dilihat dari pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat 2020. Hal paling utama menyoroti ada penurunan dari kuartal ketiga 2020 atau secara q-to-q (antar kuartal).
"Kuartal empat 2020 pertumbuhan q-to-q turun -0,42% dibanding kuartal tiga 2020 yang naik 5,05%. Ini membuktikan pola pemulihan ekonomi kembali turun pada kuartal akhir jika dibanding kuartal ketiga," ungkapnya.
"Biaya pemulihan ekonomi relatif mahal jika depresi terjadi. Pola pemulihan menjadi U-shape atau bahkan L-shape jika kebijakan ekonomi kurang responsif," ujarnya, Jumat (5/2/2021).
(Baca juga: Ekonomi RI Minus 2,07% di 2020, Terparah Setelah Krismon 98 )
Dia mengkritisi kebijakan pemerintah dilihat dari pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat 2020. Hal paling utama menyoroti ada penurunan dari kuartal ketiga 2020 atau secara q-to-q (antar kuartal).
"Kuartal empat 2020 pertumbuhan q-to-q turun -0,42% dibanding kuartal tiga 2020 yang naik 5,05%. Ini membuktikan pola pemulihan ekonomi kembali turun pada kuartal akhir jika dibanding kuartal ketiga," ungkapnya.
Lihat Juga :