BI Minta Netizen Hati-Hati Bikin Candaan Uang Redenominasi Gambar Jokowi

Senin, 08 Februari 2021 - 11:41 WIB
loading...
BI Minta Netizen Hati-Hati...
Foto/tangakapanlayar/InstagramJakartaKeras
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meminta agar netizen berhati-hati memberikan candaan rupiah yang diredenominasi. Sebab, viralnya video redenominasi rupiah yang membuat gambar wajah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di media sosial bisa menganggu stabilitas ekonomi.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, tidak ada sanksi yang memberikan info yang tidak benar. Namun itu bisa menganggangu kedaulatan rakyat karena rupiah merupakan simbol kedaulatan negara. ( Baca juga:Viral Uang Redenominasi Gambar Jokowi, BI: Itu Ulah Anak Iseng )

"Kami sangat ingin menyampaikan kepada para netizen untujk berhati-hati di area rupiah yang merupakan simbol kedaulatan NKRI ini," kata Erwin saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (8/2/2021).

Lanjutnya, BI memang tetap berencana melakukan redenominasi. Tapi kebijakan itu akan sangat ditentukan kondisi sosial, politik dan ekonomi. Walaupun redenominasi sebenarnya tidak akan mengubah daya beli dari uang yang dipunya.

" Kondisi sosial tersebut akan menentukan akseptasi masyarakat. Artinya, plesetan atau bahkan hasutan seperti dalam contoh tadi itu bisa terjadi dalam skala yang luas, sehingga kondisi sosial, politik dan ekonomi yang stabil menjadi sangat penting dalam implementasi redenominasi. Pengalaman di banyak negara menunjukan hal tersebut," tandasnya.

Sebelumnya, viral video uang redenominasi Rp100 bergambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar di media sosial. Hal ini menghebohkan jaga dunia maya. ( Baca juga:Anies Baswedan Sebut Peran Pers Penting Hadapi Pandemi Covid-19 )

Video itu dibagikan oleh akun Instagram @jakarta.keras. Postingan akun Instagram tersebut, memuat video yang menunjukkan uang rupiah bergambar Presiden Jokowi dengan pecahan Rp100.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rekomendasi
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved