Erick Thohir: Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Amerika

Senin, 08 Februari 2021 - 17:10 WIB
loading...
Erick Thohir: Ekonomi...
foto/ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di titik yang lebih baik dibandingkan negara-negara lain. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2020 minus 2,07%.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menuturkan, di tengah pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia lebih baik dari Amerika Serikat , Filipina, Singapura Italia, Perancis, dan Jerman. Karena itu, Erick menilai, Indonesia patut berbangga, dan ke depan pertumbuhan ekonomi Tanah Air masih terus diupayakan untuk mencapai tahap pemulihan. ( Baca juga:Erick Thohir Pakai Duit Sendiri Berikan Beasiswa untuk AO Mekaar PNM )

“Asia Tenggara seperti Filipina dan Singapura kemudian di dunia ada Italia, Perancis, Jerman, AS, juga negatif. Patut berbangga meskipun kita tidak bisa bicara ke depan akan jadi yang terbaik, tetapi kita di titik ini yang pasti jauh lebih baik,” ujar Erick dalam acara Konvensi Nasional Media Massa Senin (8/2/2021).

Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2020 yang tercatat minus 2,19 (yoy), masih lebih baik dari negara-negara lain di dunia. Mantan Bos Inter Milan itu meyakini akselerasi ekonomi Tanah Air akan mencapai puncaknya pada 2022 mendatang.

“Basis pembicaraan saya bisa juga dilihat hari ini, seperti yang bisa kita lihat terbukti di akhir 2020 secara kuartal IV masih banyak negara pertumbuhannya negatif,” katanya.

Untuk mencapai target itu, pemerintah terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 dengan menggalakkan program vaksinasi. Pemerintah berkeyakinan kuat, vaksinasi menjadi instrumen utama mengurangi tingkat terinfeksi virus. Dengan begitu, pemulihan ekonomi akan cepat terealisasikan. ( Baca juga:Alhamdulillah! Ini Manfaat Salat Tahajud dalam Perspektif Medis )

Saat ini, pemerintah melalui sejumlah pihak tengah menggenjot vaksin Merah Putih. Nantinya, vaksin Covid-19 ini akan diproduksi oleh holding BUMN farmasi, PT Bio Farma (Persero). Hasil produksi Bio Farma juga digandang-gadang mampu menekan angka impor vaksin yang dilakukan pemerintah saat ini.

“Sekarang kita sudah kerja sama dengan tujuh lembaga. Jadi kita bisa mempercepat atau kita bisa mendukung agar tidak tergantung (vaksin impor),” katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
Bukan Keriput, Ini Tanda...
Bukan Keriput, Ini Tanda Penuaan Wajah yang Mulai Muncul di Usia 35 Tahun
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Berita Terkini
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved