Daya Beli Pengaruhi Permintaan Kredit

Selasa, 09 Februari 2021 - 07:17 WIB
loading...
A A A
Menurut Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan, BI memiliki ruang untuk menekan suku bunga acuan hingga batas terendah atau 0%. Hal tersebut bisa saja dilakukan karena sejatinya bank sentral mempunyai independensi kelembagaan.

“Saat ini dalam kondisi krisis ekonomi, BI seharusnya menurunkan suku bunga. Bisa turun hingga paling rendah yakni 0 persen,” ujar Anthony.

Dia menambahkan, batasan suku bunga minimum tersebut disebutnya dapat memancing dana yang mengendap di sejumlah lembaga keuangan untuk bisa tersalurkan ke sektor yang lebih produktif. "Untuk dunia usaha ini bisa jadi kabar positif juga," katanya.

Sementara Chief Economist TanamDuit Ferry Latuhihin menilai suku bunga BI 0% tidak mungkin bisa dilakukan. Menurutnya untuk deposit rate atau suku bunga dana memungkinkan turun sampai ke 0%. "Tapi untuk lending rate (bunga kredit) tidak mungkin. Bank-bank setidaknya harus punya net interest margin atau NIM sebesar 5%. Ini untuk membiayai operasional," papar Ferry.Dia menjelaskan, lending rate di Indonesia masih tetap tinggi terus dan sulit turun justru disebabkan oleh lemahnya produktivitas. Ini tercermin pada statistik ICOR (Incremental Capital Output Ratio) yang berada di atas level 6.

"Jadi untuk menurunkan lending rate bank, produktivitas kita harus naik tajam. Tidak bisa secara artifisial diturunkan oleh pemerintah atau BI. Itulah pentingnya membangun infrastruktur. Sekarang Presiden Jokowi berani mengambil langkah itu dan sudah benar,” katanya. (sabir laluhu/hafid fuad)
(bai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Kinerja Keuangan BRI...
Kinerja Keuangan BRI Kokoh hingga Triwulan I 2026, Likuiditas dan Permodalan Terjaga
Menko Airlangga Siap...
Menko Airlangga Siap Wujudkan Kemauan Prabowo, Bunga KUR 5 Persen
Lantik Pengurus Asprindo...
Lantik Pengurus Asprindo Sulsel, Ketua Umum: Pengusaha Bumiputera Harus Jadi Petarung
Bank Jatim dan Eratani...
Bank Jatim dan Eratani Jalin Kerja Sama Buka Peluang Pembiayaan
Program Tapal Batas,...
Program Tapal Batas, BRILian Bangun Ruang Kelas Ponpes di Morotai Malut
Rekomendasi
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved