Bank Sentral Pastikan Posisi Utang Indonesia Masih Sehat
Senin, 15 Februari 2021 - 11:34 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan utang luar negeri (ULN) Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, ULN yang sehat tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal IV/2020 yang tetap terjaga di kisaran 39,4%, meskipun meningkat dibandingkan dengan rasio pada kuartal sebelumnya sebesar 38,1%.
"Struktur ULN Indonesia yang tetap sehat juga tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,1% dari total ULN," kata Erwin di Jakarta, Senin (15/2/2021).
(Baca juga: Utang Luar Negeri RI Tembus USD17,5 Miliar di Akhir 2020 )
Kata dia, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
"Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," imbuhnya.
(Baca juga: Kemlu: 3.186 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri )
Sebagai informasi, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal IV/2020 tercatat sebesar USD17,5 miliar. Rinciannya terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD209,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD208,3 miliar.
"Struktur ULN Indonesia yang tetap sehat juga tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,1% dari total ULN," kata Erwin di Jakarta, Senin (15/2/2021).
(Baca juga: Utang Luar Negeri RI Tembus USD17,5 Miliar di Akhir 2020 )
Kata dia, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
"Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," imbuhnya.
(Baca juga: Kemlu: 3.186 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri )
Sebagai informasi, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal IV/2020 tercatat sebesar USD17,5 miliar. Rinciannya terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD209,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD208,3 miliar.
Lihat Juga :