Jangan Gembira Dulu! Surplus Dagang karena Pandemi

Senin, 15 Februari 2021 - 19:00 WIB
loading...
Jangan Gembira Dulu!...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi dari CORE Indonesia Piter Abdullah menilai meskipun kinerja ekspor Indonesia surplus tetapi tidak otomatis bisa bergembira. Pasalnya, surplus itu terjadi di tengah penurunan impor .

"Khususnya impor barang modal dan bahan baku. Justru ini mencerminkan kondisi industri masih terpuruk," kata Piter saat dihubungi MNC Portal Indonesia hari ini (15/2) di Jakarta. ( Baca juga:Terkontraksi, Impor Januari Hanya Capai USD13,34 Miliar )

Dengan kondisi tersebut dia memperkirakan neraca perdagangan masih akan surplus selama pandemi ini terus berlangsung. Asumsinya harga komoditas terus terjaga tinggi. "Surplus neraca perdagangan akan mulai menurun pada triwulan III dan IV tahun ini," katanya.

Tapi sejatinya kondisi ini lebih dikarenakan faktor pandemi. Ketika pandemi berakhir dia meyakini permintaan konsumsi akan membaik. Berikutnya industri manufaktur juga akan kembali bangkit.

"Saat industri mulai bangkit pertumbuhan impor akan lebih cepat dan akan menggerus surplus neraca perdagangan," jelasnya.

Kondisi surplus neraca perdagangan tidak menjamin target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai. Kontribusi net ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 15%. ( Baca juga:Hati-hati, Pengguna Clubhouse Rentan Diacak-acak Hacker China )

"Karena sepanjang konsumsi dan investasi masih terkontraksi pertumbuhan ekonomi masih belum akan pulih. Target pertumbuhan belum akan tercapai," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
Intip Kinerja MPMX Mengawali...
Intip Kinerja MPMX Mengawali 2026: Profitabilitas Meningkat di Tengah Dinamika Pendapatan
Neraca Dagang RI Surplus...
Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Capai USD5,55 Miliar di Kuartal I-2026
4 Juta Barel Minyak...
4 Juta Barel Minyak Iran Tiba di India Sebelum Berakhirnya Masa Tenggang Sanksi AS
Pengecualian Sanksi...
Pengecualian Sanksi AS, India Banjir Minyak Rusia Melonjak 90%
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Prabowo Ngelus Dada...
Prabowo Ngelus Dada Tahu Borok Pengelolaan Ekspor Impor RI
Antisipasi Risiko Geopolitik...
Antisipasi Risiko Geopolitik Global, BUMD Jakarta Percepat Impor 7.500 Sapi
Rekomendasi
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved