Terkontraksi, Impor Januari Hanya Capai USD13,34 Miliar

Senin, 15 Februari 2021 - 12:54 WIB
loading...
Terkontraksi, Impor...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor bulan Januari 2021 mencapai USD13,34 miliar. Kinerja impor bulan Januari 2021 menurun 7,59 % dibandingkan Desember 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan impor ini terjadi dikarenakan impor migas naik sedangkan non migasnya turun dibandingkan bulan Desember. Rinciannya, sektor migas naik 4,73% dengan nilai hanya USD1,55 miliar, sedangkan sektor non migas turun 9% nilainya mencapai USD11,79.

(Baca juga: Ekspor RI Bulan Januari Hanya Capai USD15,30 Miliar )

Sebagai perbandingan, ekspor migas pada Desember 2020 tembus USD1,48 miliar sedangkan non migas mencapai USD12,96 miliar. "Jadi (penurunan) ini disebabkan kenaikan pada impor migas sedangkan impor non migas turun," ujar Suhariyanto dalam video virtual, Senin (15/2/2021)

Sedangkan dibanding Januari 2020 atau secara year on year (yoy), impor juga turun 6,49% dimana pada Januari 2020 tembus USD14,27 miliar. "Jadi impor Januari mengalami kontraksi secara year on year," jelasnya.

(Baca juga: Neraca Dagang Januari 2021 Cetak Surplus USD1,96 Miliar )

Dia menambahkan, impor Indonesia terbesar di Afrika Selatan. Kendati demikian impor Indonesia mengalami penurunan di Hongkong dan Ukraina. "Untuk negara ASEAN kita impornya USD2,12 miliar sedangkan Uni Eropa itu USD0,75 miliar," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
SKK Migas Buka Rekrutmen...
SKK Migas Buka Rekrutmen untuk Lulusan S1, Fresh Graduate Bisa Daftar
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Rekomendasi
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Menhut Raja Juli Irit...
Menhut Raja Juli Irit Bicara saat Dicecar Wartawan soal KPK, Hanya Ucapkan Terima Kasih
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tiba di KPK usai Terjaring OTT
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
Januari 2025, Tercatat...
Januari 2025, Tercatat 146,5 Juta Orang Indonesia Memakai Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved