Proyek Infrastruktur Jalan Terus dengan Terobosan Pembiayaan

Selasa, 16 Februari 2021 - 06:04 WIB
loading...
A A A
Besarnya kebutuhan untuk pembangunan proyek infrastruktur tersebut juga diakui oleh anggota Komisi VI DPR Achmad Baidowi. Dia membeberkan, dalam konteks pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh BUMN khususnya BUMN Karya, memang ada yang dibiayai dari utang termasuk utang luar negeri.

Pernyataan ini sekaligus merepons besarnya utang yang dimiliki BUMN-BUMN dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir karena terbebani sejumlah proyek pembangunan yang dirancang pemerintah.

Data Kementerian BUMN menyebutkan, hingga September 2020 total utang BUMN mencapai Rp1.682 triliun. Tren kenaikan utang perusahaan pelat merah ini terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun lalu, terjadi kenaikan utang secara signifikan karena BUMN kekurangan dana operasionalnya untuk menggenjot sejumlah program, salah satunya adalah anggaran BUMN Karya untuk pembangunan infrastruktur.

"Memang kami sangat diharapkan membangun infrastruktur dasar seperti tol, bandara, pelabuhan membuat secara posisi utang BUMN meningkat mencapai Rp1.682 triliun di bulan sembilan 2020," kata Kartika beberapa waktu lalu.

Baidowi pun menegaskan, utang adalah hal yang biasa dalam perekonomian dunia. Hanya saja, kata dia, yang diperlukan adalah bagaimana pendekatan dalam melihat dan menilai utang tersebut. Jika menggunakan pendekatan awam, maka seolah-olah utang Indonesia dibagi rata untuk menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.

"Nyatanya, kita semua menanggung utang enggak? Kan tidak juga. Karena kan utang itu ada logikanya sendiri. Utang itu kan ada jangka waktunya. Misalnya pengembalian investasi ditarget berapa tahun dan ada mekanismenya, ada pengembalian bayaran, ada juga yang bersifat konsesi pengelolaan," ucap Sekretaris Fraksi PPP di DPR ini, kemarin.

Baidowi menuturkan, untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur berupa jalan yang bersifat publik seperti jalan tol maka mekanisme pengembalian utangnya melalui konsesi pengelolaan. Lama konsesi itu di tergantung dari kontrak atau perjanjian kerja sama (MoU) misalnya selama 30 tahun pengelolaan. Setelah 30 tahun, kata dia, maka jalan tol tersebut resmi menjadi milik negara seutuhnya.

"Ada mekanisme kalau utang untuk pembiayaan infrastruktur. Yang penting itu mekanisme pengembaliannya (utang). Karena kalau kita tidak berutang, tidak pakai pinjaman, memang mampu negara kita dan APBN kita? APBN kita kan cuman Rp2.000 triliun sekian, hampir sebagian itu belanja rutin," ujarnya.

Baidowi yang juga Wakil Ketua Badan Legislasi DPR ini menjelaskan, ketidakmampuan APBN membiayai proyek infrastruktur terbalik dengan rentang luas wilayah seluruh Indonesia. Maka, kata dia, skema pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia dicarikan dengan cara pinjaman dari luar negeri. Di sisi lain, dia memaparkan, pemerintah serta juga BUMN Karya tidak boleh sampai terjebak pada kepentingan global dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur dari utang luar negeri.

"Supaya kita tidak tersandera oleh kepentingan global, maka harus ada mekanisme dan syarat yang ketat. Seperti yang saya sampaikan tadi, anda boleh memberikan utang tetapi syarat-syarat begini-begini. Contoh dalam proyek infrastruktur, harus melibatkan tenaga kerja Indonesia khususnya tenaga kasar tapi tenaga ahli teknologi silakan anda bawa dari luar. Berikutnya, anda diberi konsesi sekian tahun, setelah ini selesai maka anda harus pulang," ungkapnya.

Tetap Ekspansif
Di tengah kondisi pandemi, sejumlah BUMN terus berupaya menggarap proyek infrastrutur yang menjadi penugasan pemerintah. Mulai dari jalan tol, bendungan, hingga pelabuhan.

PT Hutama Karya (Persero) misalnya, saat ini sedang menggarap Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Tercatat ada delapan ruas JTTS yang sedang dikerjakan, antara lain Tol Sigli – Banda Aceh sepanjang 60 kilometer (km) yang progresnya konstruksinya mencapai 63%. Kemudian Tol Pekanbaru - Pangkalan (83 Km) dengan progres konstruksi 43%, Tol Padang – Sicincin (37 Km) dengan progres konstruksi mencapai 38% dan Tol Bengkulu – Taba Penanjung (18 Km) dengan progres konstruksi 80%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Prabowo Resmikan 5 Bendungan...
Prabowo Resmikan 5 Bendungan Serentak di Lombok, Aceh, Jateng dan Bali
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
Kasus Syah Afandin Jadi...
Kasus Syah Afandin Jadi Alarm, Anggaran Pendidikan Masih Ladang Korupsi
Rekomendasi
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Dosen UGM Kena Doxing...
Dosen UGM Kena Doxing usai Komentari Mutasi ASN Kementerian PU, Dody Hanggodo Bersumpah Tak Tahu
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved