Holding BUMN Ultra Mikro Bisa Saingi Perusahaan Fintech
Selasa, 16 Februari 2021 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Sri Mulyani, integrasi BUMN untuk UMi dan UMKM nanti akan menerapkan model co-existence. Sinergi dan simbiosis mutualisme antar ketiga perusahaan akan dikawal dengan pembentukan Key Performance Indicators (KPI) yang ketat.
“Jadi itu sinergi atau mutualisme tidak kemudian saling mengambilalih. Bentuk ko-eksistensi ini akan kami wujudkan dalam bentuk KPI, di mana tadi ada dari sisi manajemen maupun dari Kementerian BUMN menjanjikan bahwa model kerja mereka justru akan semakin diperkuat,” tuturnya.
Adanya integrasi ini diyakini membawa berbagai manfaat, salah satunya peningkatan literasi keuangan nasional, yakni jumlah pelaku UMi yang tidak terlayani lembaga keuangan formal menurun dari sekitar 68 persen pada 2018 menjadi 42 persen pada 2024.
(Baca juga: Bukan Kaleng-kaleng, Jokowi Yakin Direksi Terpilih Bisa Bawa LPI Berkelas Dunia )
Kemenkeu memproyeksikan integrasi BUMN untuk UMi dan UMKM ini akan mempercepat tercapainya target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yakni meningkatkan rasio kredit UMKM terhadap total kredit perbankan, dari 19,75 persen pada 2020 menjadi 22 persen pada 2024.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi. D menyampaikan proses pembentukan holding akan cepat dan selesai pada pertengahan tahun. "Juni atau Juli itu sudah selesai. Prosesnya cepat. Karena merger syariah sebelumnya juga dilakukan dalam kurun 2 sampai 3 bulan," katanya.
“Jadi itu sinergi atau mutualisme tidak kemudian saling mengambilalih. Bentuk ko-eksistensi ini akan kami wujudkan dalam bentuk KPI, di mana tadi ada dari sisi manajemen maupun dari Kementerian BUMN menjanjikan bahwa model kerja mereka justru akan semakin diperkuat,” tuturnya.
Adanya integrasi ini diyakini membawa berbagai manfaat, salah satunya peningkatan literasi keuangan nasional, yakni jumlah pelaku UMi yang tidak terlayani lembaga keuangan formal menurun dari sekitar 68 persen pada 2018 menjadi 42 persen pada 2024.
(Baca juga: Bukan Kaleng-kaleng, Jokowi Yakin Direksi Terpilih Bisa Bawa LPI Berkelas Dunia )
Kemenkeu memproyeksikan integrasi BUMN untuk UMi dan UMKM ini akan mempercepat tercapainya target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yakni meningkatkan rasio kredit UMKM terhadap total kredit perbankan, dari 19,75 persen pada 2020 menjadi 22 persen pada 2024.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi. D menyampaikan proses pembentukan holding akan cepat dan selesai pada pertengahan tahun. "Juni atau Juli itu sudah selesai. Prosesnya cepat. Karena merger syariah sebelumnya juga dilakukan dalam kurun 2 sampai 3 bulan," katanya.
(ind)
Lihat Juga :