Makin Ekonomis, PLTS Andalan untuk Capai Target Bauran Energi

Selasa, 16 Februari 2021 - 15:20 WIB
loading...
Makin Ekonomis, PLTS...
PLTS atap diyakini akan semakin dipilih masyrakat karena instalasinya semakin mudah, ekonomis dan ramah lingkungan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dinilai menjadi pilihan tepat untuk mempercepat pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) 23% di tahun 2025. Pemasangan yang mudah, cepat, dan ekonomis bisa menjadikan PLTS pilihan bagi masyarakat.

Baca Juga: Wujudkan Tren Rumah Masa Depan dengan PLTS DP 0%

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan, hingga akhir tahun 2020, bauran EBT Indonesia baru mencapai 11,5%. Untuk itu, pendekatan yang paling cepat untuk mencapai target bauran energi pada 2025 adalah melalui pemanfaatan energi surya.

"Kita hanya punya waktu kurang dari lima tahun untuk menuju ke sana. Jadi kalau target EBT tidak tercapai maka target penurunan gas rumah kaca pun tidak akan tercapai dan kami melihat bahwa pendekatan yang paling cepat adalah program pemanfaatan energi surya," ujarnya pada acara Central Java Solar Day 2021 secara virtual, Selasa (16/2/2021).

Dadan melanjutkan, pemasangan PLTS atap kini tidak terlalu sulit dan mudah dilakukan. Saat ini Kementerian ESDM mendorong pemanfaatan EBT dengan menerapkan prinsip-prinsip agar dari sisi harga bisa masuk di bawah biaya pokok penyediaan (BPP) listrik. "Untuk PLTS memang merupakan salah satu prioritas kita, apalagi untuk di rooftop (atap)," tuturnya.

Baca Juga: BRI Bisa Kasih Utang untuk Pembangunan PLTS Atap di Rumah-Rumah

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Wibowo mengatakan, saat ini pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mendorong pengembangan PLTS atap. Menurut dia, pembangunan PLTS atap lebih mudah dan tidak membutuhkan lahan baru dalam pengembangannya.

"Investor untuk one grade sudah mulai banyak ditawarkan ke kantor pemerintah dan industri dengan keuntungan berupa penghematan listrik PLN dan label energi green power," tuturnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun
Sektor Migas Bebas Aturan...
Sektor Migas Bebas Aturan DHE dan Ekspor Satu Pintu, Ini Penjelasannya
Bahlil Pastikan Tak...
Bahlil Pastikan Tak Ada Pemangkasan Kuota Ekspor Gas KKKS
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Eksekusi Cepat Tambang di Kawasan Hutan
IISM Dorong Transisi...
IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat
Rekomendasi
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved