Produksi Batu Bara Adaro Energy Turun 6 Persen di 2020
Rabu, 17 Februari 2021 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, portofolio penjualan Adaro Energy pada tahun 2020 didominasi oleh E4700 dan E4900 yang didukung oleh permintaan yang solid bagi kedua jenis batu bara ini. Pasar Asia Tenggara meliputi 49 persen dari penjualan tahun 2020, dipimpin oleh Indonesia dan Malaysia. Juga terjadi peningkatan permintaan dari Thailand dan Vietnam berkat adanya operasi pembangkit listrik baru.
(Baca juga: Malaysia Buat Kendaraan Taktis Saingan Komodo Buatan Pindad )
Untuk produksi batu bara Adaro Energy tahun 2021 diperkirakan akan tetap sama atau sedikit menurun secara dari periode yang sama di tahun sebelumnya dan ditargetkan mencapai 52-54 juta ton. Panduan nisbah kupas yang ditetapkan sebesar 4,8x lebih tinggi secara dari periode yang sama di tahun sebelumnya karena mengikuti sekuens penambangan dan perusahaan harus mengupas lapisan penutup dengan volume yang lebih besar.
Perseroan akan terus berdisiplin dalam penggunaan belanja modal (capex) dan panduan capex tahun 2021 ditetapkan pada kisaran 200 juta dolar AS sampai 300 juta dolar AS. Target belanja modal meliputi pemeliharaan rutin dan capex pertumbuhan.
"Panduan EBITDA operasional pada tahun 2021 berada pada kisaran 750 juta dolar AS - 900 juta dolar AS. Walaupun pemulihan ekonomi diperkirakan akan berdampak positif terhadap batu bara, perusahaan harus tetap berhati-hati untuk mengantisipasi ketidakpastian," tuturnya.
(Baca juga: Malaysia Buat Kendaraan Taktis Saingan Komodo Buatan Pindad )
Untuk produksi batu bara Adaro Energy tahun 2021 diperkirakan akan tetap sama atau sedikit menurun secara dari periode yang sama di tahun sebelumnya dan ditargetkan mencapai 52-54 juta ton. Panduan nisbah kupas yang ditetapkan sebesar 4,8x lebih tinggi secara dari periode yang sama di tahun sebelumnya karena mengikuti sekuens penambangan dan perusahaan harus mengupas lapisan penutup dengan volume yang lebih besar.
Perseroan akan terus berdisiplin dalam penggunaan belanja modal (capex) dan panduan capex tahun 2021 ditetapkan pada kisaran 200 juta dolar AS sampai 300 juta dolar AS. Target belanja modal meliputi pemeliharaan rutin dan capex pertumbuhan.
"Panduan EBITDA operasional pada tahun 2021 berada pada kisaran 750 juta dolar AS - 900 juta dolar AS. Walaupun pemulihan ekonomi diperkirakan akan berdampak positif terhadap batu bara, perusahaan harus tetap berhati-hati untuk mengantisipasi ketidakpastian," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :