Berat Gan! Syarat Modal Rp10 Triliun untuk Bank Digital

Kamis, 18 Februari 2021 - 16:28 WIB
loading...
Berat Gan! Syarat Modal...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi menilai syarat untuk menyetor modal sebesar Rp10 triliun bagi peminat untuk memiliki bank full digital cukup berat. Syarat tersebut akan dikeluarkan dalam POJK Bank Digital yang saat ini masih dalam proses penyusunan.

Menurut Heru, syarat itu cukup berat sehingga dia mengusulkan kepada otoritas untuk dibuatkan klasifikasi. "Ada bank digital premium, ada bank perkreditan, ada bank pasar. Atau bisa berbentuk kelas A, B, C dan seterusnya. Kelas bisa dibagi-bagi. Tapi intinya jangan dipersulit," ujar Heru saat dihubungi MNC Portal Indonesia hari ini (18/2) di Jakarta. ( Baca juga:Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 3,5% )

Dia mengingatkan disrupsi teknologi merupakan keniscayaan di era sekarang. Perkembangan ini juga akan memengaruhi sektor keuangan dan perbankan. Jadi sudah seharusnya OJK untuk antisipatif dan terbuka akan perubahan.

"OJK harus tanggap akan perubahan model perbankan di dunia. Ini juga untuk menjalankan perintah Presiden Joko Widodo agar kementerian lembaga bertransformasi ," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan pengamat ekonomi dari INDEF, Bhima Yudhistira. yang juga menilai syarat tersebut cukup berat. Menurutnya, ini kesempatan bank-bank kecil bertransformasi menjadi neo bank. ( Baca juga:Takut Ada Vaksinasi COVID-19, Penduduk Satu Kampung di Alor Lari ke Hutan )

"Kehadiran neo bank juga bisa meningkatkan efisiensi perbankan karena cost operasionalnya rendah," kata Bhima.

Dengan digitalisasi kondisi iklim persaingan juga bisa semakin ketat, dan ini bagus agar bunga pinjaman cepat turun. Neo bank harus didukung sepenuhnya oleh OJK. "Idealnya modal minimumnya jangan terlalu besar. Yang paling penting adalah keamanan sistem dan memastikan perlindungan data nasabah," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Superbank Bukukan Laba...
Superbank Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp142 Miliar hingga April 2026
OJK Blak-blakan soal...
OJK Blak-blakan soal 4 Penyebab IHSG Ambrol Sejak Awal Tahun 2026
Porsi Free Float Dipenuhi...
Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak
Kemudahan Transaksi...
Kemudahan Transaksi Jadi Penentu Utama Nasabah Pilih Bank Digital
IHSG Jatuh Terseret...
IHSG Jatuh Terseret Rilis MSCI ke 6.734, OJK: Masih Batas Wajar
Superbank Gandeng KakaoBank...
Superbank Gandeng KakaoBank Hadirkan Tabungan Gamifikasi
Ratusan Mahasiswa Surabaya...
Ratusan Mahasiswa Surabaya Ikuti Edukasi Asuransi yang Digelar BRI Insurance
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Rekomendasi
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved