Balai Kemenperin di Yogyakarta Punya Sumbangsih atas GeNose C19

Kamis, 18 Februari 2021 - 21:04 WIB
loading...
Balai Kemenperin di...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui salah satu unit kerjanya, yakni Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) di Yogyakarta turut berkontribusi dalam pengembangan alat pendeteksi virus Covid-19 melalui hembusan nafas yang dinamakan GeNose C19.

BBKKP Kemenperin menjalin kolaborasi dengan PT Yogya Presisi Teknikatama (YPTI) untuk mendukung pembuatan alat tersebut dalam konsorsium yang dipimpin Universitas Gadjah Mada (UGM). ( Baca juga:Awas! Langgar Prokes, Izin Angkutan Umum Dicabut )

“BBKKP mengembangkan formula untuk beberapa komponen GeNose C19 yang berbahan karet, yaitu gasket/seal dan plug GeNose C19. Tidak hanya itu, BBKKP juga menjadi tempat produksi untuk pembuatan gasket/seal dan plug GeNose C19,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Kepala BSKJI menerangkan, gasket/seal dan plug merupakan komponen yang berfungsi merekatkan komponen elektronik dalam module sensor sehingga dapat meminimalisasi adanya gangguan dalam pembacaan. “Material karet dan aditifnya diformulasikan sedemikian rupa agar tidak memberikan interferensi atau gangguan terhadap kinerja sensor, namun tetap mempunyai karakteristik yang prima,” jelasnya.

Dengan keberhasilan BBKKP mengembangkan formula dan memproduksi gasket/seal dan plug GeNose 19 tersebut, YPTI menggandeng kembali satker tersebut dalam upaya mengembangkan sample bag non-rebreathing mask. “Kami sangat mengapresiasi terhadap langkah sinergi ini karena dapat mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Tanah Air,” imbuhnya.

Kepala BBKKP Agus Kuntoro menyampaikan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan konsorsium dalam mengembangkan sample bag non-rebreathing mask yang berfungsi sebagai penampung udara sample uji untuk GeNose C19. “Sample bag non-rebreathing mask dikembangkan sebagai pengganti sample bag GeNose C19 yang terbuat dari plastik,” tuturnya. ( Baca juga:Heboh! Banjir Air Berwarna Putih Susu Kepung Pemukiman Warga Sunter Jaya )

Inovasi tersebut guna menekan biaya produksi GeNose 19 sehingga harga jual menjadi kompetitif dan dapat menekan impor. Bahkan diyakini bakal berkontribusi pada produktivitas sektor industri nasional di tengah tekanan pandemi Covid-19 saat ini, tanpa mengorbankan efektivitas dan sensitivitas alat.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Ekspor Tembus USD1 Miliar,...
Ekspor Tembus USD1 Miliar, Industri Tuna RI Incar Pasar Kolagen Global
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Hilirisasi Tahap II...
Hilirisasi Tahap II Digenjot, Pengamat: Bisa Dongkrak Ekonomi dan Tambah Pendapatan Negara
Viro Transformasi ke...
Viro Transformasi ke Konstruksi Modular, Bidik Pasar Resort Tropis
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Berita Terkini
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved