Agar Sukses Tarik Investor Kendaraan Listrik, Pemerintah Diminta Konsisten

Jum'at, 19 Februari 2021 - 13:57 WIB
loading...
Agar Sukses Tarik Investor...
Tesla Inc menjadi salah satu produsen kendaraan listrik yang investasinya dibidik pemerintah Indonesia. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi negara produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) . Potensi tersebut bahkan telah banyak dilirik oleh banyak investor asing maupun dalam negeri.

Namun, untuk merealisasikan potensi tersebut, ujar Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah, langkah selanjutnya adalah merancang bentuk kerja sama agar pemanfaatan sumber daya yang ada lebih optimal. Di samping itu, tegas dia, konsistensi kebijakan pemerintah juga diperlukan.

Baca Juga: Sudah Euforia Tesla Bakal Bangun Pabrik di RI, Tapi Elon Musk Lebih Memilih India

"Sering kali yang menjadi kelemahan kita adalah konsistensi kebijakan. Hambatan utama selama ini menurut saya adalah tidak adanya konsistensi kebijakan," cetusnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (19/2/2021).

Dia melanjutkan, ketidakkonsistenan kebijakan akan berpengaruh terhadap minat investasi asing. Hal ini membuat investor menjadi ragu untuk berinvestasi di Indonesia karena regulasi yang sering berubah.

"Pada awal tahun 2011, kita sangat bersemangat mengembangkan mobil listrik. Tetapi kemudian itu menjadi redup. Pola-pola seperti ini yang harus kita hindari. Jangan sampai kita semangat, kemudian redup lagi," tandasnya.

Terkait dengan itu, keputusan produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc., yang memilih membangun pabrik di India memunculkan pertanyaan terkait negosiasinya dengan pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Tesla Bangun Pabrik di India, Ini Tanggapan Kementerian Luhut

Dalam perkembangannya, Tesla ternyata memang tidak memiliki rencana membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Perusahaan besutan Elon Musk itu lebih tertarik berinvestasi pada pengembangan sistem penyimpanan energi atau Energy Storage System (ESS).

Menyikapi perkembangan tersebut, Piter menegaskan bahwa Tesla bukanlah satu-satunya leader dalam pengembangan kendaraan listrik. Untuk itu, kata dia, Indonesia tidak boleh berfokus hanya pada satu pihak saja.

"Saya kira tidak kecolongan, karena kita tahu sejak awal minat investasi Tesla ke Indonesia bukan dalam bentuk pabrik mobil tetapi dalam bentuk ESS. Tapi kalau itu tidak terwujud juga berarti pemerintah tidak cukup tanggap untuk mengantisipasi investasi Tesla di Indonesia," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
INDEF GTI: Insentif...
INDEF GTI: Insentif Kendaraan Listrik Idealnya Dicabut Bertahap
Rekomendasi
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Daftar 4 PTS yang Tembus...
Daftar 4 PTS yang Tembus QS World University Rankings 2027, Ada Kampusmu?
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Infografis
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Belum Tercantum dalam APBN 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved