Sri Mulyani Sebut Kondisi Ekonomi Dunia Mengalami Shock Besar
Jum'at, 17 April 2020 - 21:39 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Republik Rakyat China yang merupakan kekuatan ekonomi nomor dua terbesar di dunia, limbung oleh pandemi virus corona. Biro Statistik China melaporkan perekonomian negara Xi Jinping pada kuartal I-2020, ambruk dengan tumbuh negatif -6,8%. Ini ada kontraksi terbesar pertama sejak China mencatat pertumbuhan ekonomi positif sejak 1992.
Wabah virus corona membuat perekonomian China jatuh sakit, dimana banyak pabrik yang tutup, demikian pula pusat transportasi dan pusat-pusat perbelanjaan. Pandemi ini juga berdampak terhadap perekonomian negara-negara di dunia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa kondisi perekonomian dunia saat ini berada dalam shock alias keterjutan besar. "Perekonomian dunia secara keseluruhan mengalami kontraksi yang sangat dalam. Ini adalah shock yang besar," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (17/4/2020).
Sri Mulyani yang juga mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia bahkan mengatakan kondisi perekonomian dunia agak mengerikan. "Dan kita semua harus bersiap-siap menghadapinya," ia mewanti-wanti.
Perempuan kelahiran Bandar Lampung ini mengatakan perekonomian dunia akan tumbuh minus di 2020 ini. JP Morgan memprediksi perekonomian dunia minus 1,1% di tahun ini. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memprediksi ekonomi global minus 1,9% di tahun ini. Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksi perekonomian dunia minus 3% di tahun 2020.
Wabah virus corona membuat perekonomian China jatuh sakit, dimana banyak pabrik yang tutup, demikian pula pusat transportasi dan pusat-pusat perbelanjaan. Pandemi ini juga berdampak terhadap perekonomian negara-negara di dunia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa kondisi perekonomian dunia saat ini berada dalam shock alias keterjutan besar. "Perekonomian dunia secara keseluruhan mengalami kontraksi yang sangat dalam. Ini adalah shock yang besar," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (17/4/2020).
Sri Mulyani yang juga mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia bahkan mengatakan kondisi perekonomian dunia agak mengerikan. "Dan kita semua harus bersiap-siap menghadapinya," ia mewanti-wanti.
Perempuan kelahiran Bandar Lampung ini mengatakan perekonomian dunia akan tumbuh minus di 2020 ini. JP Morgan memprediksi perekonomian dunia minus 1,1% di tahun ini. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memprediksi ekonomi global minus 1,9% di tahun ini. Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksi perekonomian dunia minus 3% di tahun 2020.
Lihat Juga :