Ekonom Milenial Amar Bank Beberkan Lima Alasan Pemulihan Ekonomi
Sabtu, 20 Februari 2021 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
Transformasi digital jasa keuangan di 2021 juga menjadi faktor penentu perbaikan ekonomi. Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi digitalisasi di sektor jasa keuangan seiring dengan bergesernya gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat yang semakin erat dengan penggunaan teknologi, termasuk ekspektasi terhadap produk dan jasa keuangan.
“Dengan terus meningkatnya penetrasi internet dan digitalisasi di Indonesia, diperkirakan pada 2021 ini akan terus mendorong industri jasa keuangan untuk melakukan transformasi digital, baik dari proses bisnis, distribution channel, maupun sampai dengan struktur kelembagaannya,” kata Rachel. ( Baca juga:Kapal Ferry Bocor dan Terguling di Dermaga Perigi Piai Sambas )
Vishal Tulsian, Presiden Direktur Amar Bank, menambahkan, sejalan dengan itu, Amar Bank terus berinovasi dan terus meningkatkan layanan perbankan. Pandemi telah mendorong masyarakat untuk mengadopsi digitalisasi lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga meningkatkan permintaan yang sangat besar di pasar. Kondisi ini tentunya harus dapat dioptimalkan oleh perbankan terutama dengan memaksimalkan fungsi teknologi big data dan Artificial Intelligence (AI).
Menurut Tulsian, Amar Bank optimistis perekonomian akan pulih dari resesi dengan tersedianya vaksin Covid-19 yang akan meningkatkan angka kesembuhan dan membantu pemerintah mengendalikan pandemi. Sebagai perusahaan teknologi dengan lisensi perbankan dan bank digital murni pertama yang fokus pada pengembangan digital-only bank di Indonesia, Amar Bank terus terus bertransformasi.
"Keputusan itu untuk mengikuti perkembangan digitalisasi dan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan layanan perbankan digital yang cerdas (intelligent) serta memperkenalkan produk dan layanan baru yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga dapat membantu mengubah hidup mereka menjadi lebih baik,” kata Vishal.
“Dengan terus meningkatnya penetrasi internet dan digitalisasi di Indonesia, diperkirakan pada 2021 ini akan terus mendorong industri jasa keuangan untuk melakukan transformasi digital, baik dari proses bisnis, distribution channel, maupun sampai dengan struktur kelembagaannya,” kata Rachel. ( Baca juga:Kapal Ferry Bocor dan Terguling di Dermaga Perigi Piai Sambas )
Vishal Tulsian, Presiden Direktur Amar Bank, menambahkan, sejalan dengan itu, Amar Bank terus berinovasi dan terus meningkatkan layanan perbankan. Pandemi telah mendorong masyarakat untuk mengadopsi digitalisasi lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga meningkatkan permintaan yang sangat besar di pasar. Kondisi ini tentunya harus dapat dioptimalkan oleh perbankan terutama dengan memaksimalkan fungsi teknologi big data dan Artificial Intelligence (AI).
Menurut Tulsian, Amar Bank optimistis perekonomian akan pulih dari resesi dengan tersedianya vaksin Covid-19 yang akan meningkatkan angka kesembuhan dan membantu pemerintah mengendalikan pandemi. Sebagai perusahaan teknologi dengan lisensi perbankan dan bank digital murni pertama yang fokus pada pengembangan digital-only bank di Indonesia, Amar Bank terus terus bertransformasi.
"Keputusan itu untuk mengikuti perkembangan digitalisasi dan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan layanan perbankan digital yang cerdas (intelligent) serta memperkenalkan produk dan layanan baru yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga dapat membantu mengubah hidup mereka menjadi lebih baik,” kata Vishal.
(uka)
Lihat Juga :