Hanasta Agri Berikan Bantuan Plasma ke Petani Sawit

Sabtu, 20 Februari 2021 - 20:55 WIB
loading...
Hanasta Agri Berikan...
Hanasta Agri memberikan, bantuan lahan plasma sebesar 20.000 Ha kepada Koperasi yang menaungi 5.250 petani sawit yang menjadi mitra perusahaan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Utama Hanasta Agri , Danu Agoeslan memberikan, bantuan lahan plasma sebesar 20.000 Ha kepada Koperasi yang menaungi 5.250 petani sawit yang menjadi mitra perusahaan. Ditambah serta akan menjalankan praktik perkebunan berkelanjutan.

Baca Juga: Pengusaha : Komoditas Ekspor RI Cuma Itu-Itu Saja di 2021, Kelapa Sawit Jadi Andalan

Lahan plasma tersebut akan dibagikan 2 Ha per petani dalam bentuk bantuan seperti perencanaan kebun, penyuluhan, edukasi kepada petani, bibit kelapa sawit, pembangunan infrastruktur, alat perkebunan dan lainnya untuk mempermudah pekerjaan petani dalam berkebun kelapa sawit.

Danu Agoeslan memberikan keterangan bahwa bantuan tidak akan dibayarkan dalam bentuk tunai melainkan bantuan berupa perencanaan kebun, penyuluhan, edukasi kepada petani, bibit kelapa sawit, pembangunan infrastruktur, alat perkebunan dan lainnya yang disalurkan melalui koperasi.

Dengan begitu, dia berharap semakin banyak koperasi dan petani yang menjalankan praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan serta mampu menggerakan roda perekonomian di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. "Dengan kerjasama ini kami berharap jadi semakin banyak KUD yang menjalankan praktik sustainable," ungkap Danu.

Menurutnya, bantuan berupa perencanaan kebun, penyuluhan, edukasi kepada petani, bibit kelapa sawit, pembangunan infrastruktur, alat perkebunan dan lainnya dirasa lebih tepat guna dibandingkan dengan bantuan tunai langsung kepada koperasi atau petani.

Keberlangsungan industri kelapa sawit pun ditopang oleh petani plasma dan swadaya. Oleh sebab itu, model kemitraan akan didorong oleh Hanasta Agri karena peran petani sangat penting bagi industri perkebunan kelapa sawit .

"Petani sudah dijamin pasarnya oleh perusahaan inti. Beberapa kasus terjadi harga ditentukan oleh inti sehingga petani plasma tidak bisa meningkatkan harga. Penentuan harga oleh inti harus diikuti oleh perkembangan di pasar. Tidak semata-mata menekan harga sehingga pendapatan petani berkurang," ungkapnya.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Industri Kelapa Sawit Bantu Empaskan Kemiskinan

"Banyak pihak yang tidak menghendaki industri kelapa sawit kita tumbuh kembang. Tapi tidak ikhlas juga kalau ini dihabisin [diberangus]. Disaat energi fosil habis, tanaman paling efisien untuk menghasilkan energi alternatif adalah kelapa sawit.”Harusnya mendukung keberlanjutan industri perkebunan tetapi ini sebaliknya," sambung Danu.

Menurutnya, pengimpor kelapa sawit berusaha menggelar isu tidak ramah lingkungan, deforestasi dan pembunuhan hewan dilindungi agar terus dibunyikan supaya mereka dapat membeli dengan harga murah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
Petani Sawit Apresiasi...
Petani Sawit Apresiasi PKS Taat HPP di Tengah Anjloknya Harga TBS
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Dukung Polisi Denda...
Dukung Polisi Denda Perusahaan Pencemar Lingkungan, Sahroni: Normalisasi Perusakan Ekologis sebagai Kejahatan Berat!
Rekomendasi
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved