Langkah Erick Thohir Bujuk Singapura untuk Tanam Duit Dinilai Tepat

loading...
Langkah Erick Thohir Bujuk Singapura untuk Tanam Duit Dinilai Tepat
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menawarkan kerja sama ekonomi dengan Singapura . Kepada otoritas Singapura, Indonesia menawarkan tiga sektor yang dapat disinergikan, yakni energi, pariwisata, dan sektor keuangan.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, aksi korporasi pemerintah tersebut sangat tepat. Dia beralasan, investasi asing langsung (foreign direct investment) Singapura di Indonesia berada di urutan teratas. Dengan begitu, tawaran kerja sama Erick kepada Singapura di sektor energi, pariwisata, dan sektor keuangan menjadi penting. ( Baca juga:Uang Beredar pada Januari Kemarin Turun Dibanding Bulan Sebelumnya )

"Investasi Singapura di Indonesia ada dalam urutan teratas sebagai direct foreign investment. Jadi menawarkan program kerja sama di sektor energi, turisme dan sektor finansial menjadi penting bagi Indonesia saat ini ke investor Singapura," ujar Toto saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (23/2/2021).

Sektor energi di Indonesia misalnya, pemerintah sedang berfokus pada peningkatan jumlah oil refinery dan investasi renewable energy atau energi terbarukan. Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) saat ini membutuhkan capital expenditure (Capex) atau belanja modal sebesar USD125 miliar (AS) sampai dengan 2025 untuk menggenjot program tersebut.



Toto mencatat, sinergi antara Indonesia-Singapura menjadi alternatif bagi pembiayaan Pertamina dalam meningkatkan oil refinery dan renewable energy di dalam negeri. "Jadi kerja sama dengan investor luar jelas diperlukan," kata dia.

Untuk pemulihan kembali turisme di Indonesia pasca-pandemi, juga dinilai membutuhkan investasi besar. Sebagai contoh langkah awal dalam pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dengan icon sirkuit GP 500 yang digarap PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan sejumlah BUMN lainnya, pun butuh dana investasi yang besar.

Sementara di sektor keuangan, penguasaan perusahaan di sektor perbankan sudah cukup kuat lewat kehadiran DBS, UOB, maupun OCBC di Indonesia. ( Baca juga:Diduga Lakukan KDRT, Suami Nindy Ayunda Dijadikan Tersangka )



"Di sektor digital kehadiran Grab dan Shoppe juga cukup signifikan. Namun pasar digital yang masih terbuka lebar memberikan kesempatan terbuka bagi investasi Singapura. Makanya Grab juga sudah investasi sekitar USD100 juta ke LinkAja. Jadi approach Erick Thohir ke Singapura ini penting dalam rangka melihat potensi besar investasi mereka ke Indonesia," tuturnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top