UKM Nasabah BNI Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor di Tengah Pandemi
Selasa, 23 Februari 2021 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Bantu UMKM, Kemenkop UKM Realisasikan Program PEN
"Kami sangat mengapresiasi langkah BNI yang responsif cepat dan tanggap dalam mengakomodasi kebutuhan pelaku UKM yang membutuhkan solusi pembiayaan dan ekspor," ujar Supri dalam siaran pers, Selasa (23/2/2021).
Begitu pun dengan Adi Dharma atau Adi, pemilik CV RIBKA. Produk mebel dan furnitur Adi diproduksi di Sentra Industri Mebel dan Kerajinan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Seluruhnya disukai dan 100% dijual ke Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, serta China. Bedanya dengan Supri, produk-produk Adi ini berbasiskan kayu jati.
Suksesnya Adi dengan usahanya ini menjadi tempat bergantung 200 karyawannya untuk tetap bertahan hidup di tengah Pandemi. Lokasi produksi yang menempati area seluas 5.000 meter persegi itu tetap bergairah. Dan Adi tidak lupa dengan BNI yang telah menemaninya di saat-saat sulit.
"Saya kaget BNI proaktif mendekati pelaku usaha dan menawatkan solusi dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi," ujar Adi yang kini aktif HIMKI dan pernah menjabat sebagai Ketua DPD HIMKI Solo Raya.
Berkah yang tidak pernah berhenti disyukuri oleh Supri dan Adi adalah permintaan pasar yang terus melimpah. Terkadang mereka kewalahan memenuhi permintaan tersebut, sehingga harus menambah kapasitas produksi.
Keberhasilan kedua pengusaha tersebut juga menjadi motivasi tersendiri bagi BNI. Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal mengatakan, BNI memiliki dua strategi dalam meningkatkan penyaluran kredit kepada UKM, yaitu penyaluran langsung ke pelaku UKM atau penyaluran secara tidak langsung melalui kerja sama strategis dengan lembaga keuangan bank dan non bank.
"Langkah yang dilakukan perseroan diharapkan dapat terus mengoptimalkan peluang ekspor produk UKM, sehingga ekspor Indonesia dapat kembali pulih dan tumbuh," katanya.
"Kami sangat mengapresiasi langkah BNI yang responsif cepat dan tanggap dalam mengakomodasi kebutuhan pelaku UKM yang membutuhkan solusi pembiayaan dan ekspor," ujar Supri dalam siaran pers, Selasa (23/2/2021).
Begitu pun dengan Adi Dharma atau Adi, pemilik CV RIBKA. Produk mebel dan furnitur Adi diproduksi di Sentra Industri Mebel dan Kerajinan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Seluruhnya disukai dan 100% dijual ke Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, serta China. Bedanya dengan Supri, produk-produk Adi ini berbasiskan kayu jati.
Suksesnya Adi dengan usahanya ini menjadi tempat bergantung 200 karyawannya untuk tetap bertahan hidup di tengah Pandemi. Lokasi produksi yang menempati area seluas 5.000 meter persegi itu tetap bergairah. Dan Adi tidak lupa dengan BNI yang telah menemaninya di saat-saat sulit.
"Saya kaget BNI proaktif mendekati pelaku usaha dan menawatkan solusi dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi," ujar Adi yang kini aktif HIMKI dan pernah menjabat sebagai Ketua DPD HIMKI Solo Raya.
Berkah yang tidak pernah berhenti disyukuri oleh Supri dan Adi adalah permintaan pasar yang terus melimpah. Terkadang mereka kewalahan memenuhi permintaan tersebut, sehingga harus menambah kapasitas produksi.
Keberhasilan kedua pengusaha tersebut juga menjadi motivasi tersendiri bagi BNI. Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal mengatakan, BNI memiliki dua strategi dalam meningkatkan penyaluran kredit kepada UKM, yaitu penyaluran langsung ke pelaku UKM atau penyaluran secara tidak langsung melalui kerja sama strategis dengan lembaga keuangan bank dan non bank.
"Langkah yang dilakukan perseroan diharapkan dapat terus mengoptimalkan peluang ekspor produk UKM, sehingga ekspor Indonesia dapat kembali pulih dan tumbuh," katanya.
Lihat Juga :