Bantu UMKM, Kemenkop UKM Realisasikan Program PEN
Jum'at, 19 Februari 2021 - 14:15 WIB
loading...
Kemenkop UKM sampai akhir Desember lalu telah merealisasikan sebesar 97,6% dari total Rp35,94 triliun anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dikelola untuk membantu UMKM. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) telah menyiapkan skema bantuan untuk menyasar usaha mikro, usaha kecil menengah, dan koperasi dengan total anggaran sekitar Rp115,82 triliun.
Baca Juga: Tercatat Sudah Ada 3,8 Juta Pelaku UMKM Gabung ke Ekosistem Digital
Secara khusus, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dikelola oleh Kemenkop UKM sekitar Rp35,94 triliun dengan realisasi sampai akhir Desember lalu sebesar 97,6%. Hal ini pun ditegaskan oleh Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Riza Damanik.
Menurut dia, anggaran ini di antaranya untuk program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) terealisasi sebesar Rp28,8 triliun. Realisasi yang mencapai mencapai 100% itu merupakan bantuan dana sebesar Rp2,4 juta bagi 12 juta usaha mikro.
"Program ini bertujuan memberikan tambahan modal bagi para pelaku usaha mikro agar usaha mereka tetap berjalan di tengah pandemi saat ini," ungkapnya, jumat (19/2/2021).
Baca Juga: Tercatat Sudah Ada 3,8 Juta Pelaku UMKM Gabung ke Ekosistem Digital
Secara khusus, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dikelola oleh Kemenkop UKM sekitar Rp35,94 triliun dengan realisasi sampai akhir Desember lalu sebesar 97,6%. Hal ini pun ditegaskan oleh Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Riza Damanik.
Menurut dia, anggaran ini di antaranya untuk program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) terealisasi sebesar Rp28,8 triliun. Realisasi yang mencapai mencapai 100% itu merupakan bantuan dana sebesar Rp2,4 juta bagi 12 juta usaha mikro.
"Program ini bertujuan memberikan tambahan modal bagi para pelaku usaha mikro agar usaha mereka tetap berjalan di tengah pandemi saat ini," ungkapnya, jumat (19/2/2021).
Lihat Juga :