Daripada Bebaskan Pajak Mobil Baru, Mending Kasih Insentif ke Kendaraan Listrik
Selasa, 23 Februari 2021 - 21:22 WIB
loading...
Pemerintah seharusnya lebih baik memberikan insentif terhadap kendaraan yang ramah lingkungan. Dibandingkan dengan memberikan diskon insentif pajak mobil baru yang menyebabkan polusi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti mengatakan, bahwa pemerintah seharusnya lebih baik memberikan insentif terhadap kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Dibandingkan dengan memberikan diskon insentif pajak mobil baru yang menyebabkan polusi.
"Tax insentif lebih baik ke mobil kendaraan yang ramah lingkungan," katanya dalam diskusi INDEF secara virtual, Selasa (23/2/2021).
Baca Juga: Ada Diskon Pajak Mobil, Negara Kehilangan Penerimaan Rp2,3 T
Menurutnya, pemerintah dalam membuat kebijakan jangan hanya terpaku pada aspek ekonomi saja. Namun juga harus melihat aspek sosial dan lingkungan.
"Seharusnya kebijakannya harus mendorong ke pembelian kendaraan listrik yang ramah lingkungan bukan yang membuat polusi," terang Esther.
Selain itu, jika didorong penggunaan mobil listrik , maka kekayaan nikel yang dimiliki oleh Indonesia bisa dimanfaatkan. Selain itu, ekspor nikel bisa memiliki nilai tambah.
"Tax insentif lebih baik ke mobil kendaraan yang ramah lingkungan," katanya dalam diskusi INDEF secara virtual, Selasa (23/2/2021).
Baca Juga: Ada Diskon Pajak Mobil, Negara Kehilangan Penerimaan Rp2,3 T
Menurutnya, pemerintah dalam membuat kebijakan jangan hanya terpaku pada aspek ekonomi saja. Namun juga harus melihat aspek sosial dan lingkungan.
"Seharusnya kebijakannya harus mendorong ke pembelian kendaraan listrik yang ramah lingkungan bukan yang membuat polusi," terang Esther.
Selain itu, jika didorong penggunaan mobil listrik , maka kekayaan nikel yang dimiliki oleh Indonesia bisa dimanfaatkan. Selain itu, ekspor nikel bisa memiliki nilai tambah.
Lihat Juga :