Dicek Bunda, BLT Tetap Cair Meskipun Banjir

loading...
Dicek Bunda, BLT Tetap Cair Meskipun Banjir
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Musibah banjir dan longsor melanda sejumlah daerah di tanah air disebabkan curah hujan yang cukup tinggi. PT Pos Indonesia (Persero) sebagai mitra pemerintah pun tetap menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau sering disebut dengan Bantuan Sosial Tunai (BST) ke daerah-daerah yang terdampak banjir sesuai waktu yang ditetapkan.

"Kita tetap mendistribusikan bantuan sosial tunai sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah. Sekalipun akses jalan ke daerah tertutup akibat banjir, kita tetap mengupayakan bantuan tetap sampai kepada keluarga penerima manfaat," ujar Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga: Buruan Cek Rekening! BLT Emak-emak Cair Lagi

Dia mencotohkan seperti sejumlah akses jalan seperti di Kecamatan Sukasari, Purwakarta, Jawa Barat tertutup dan sulit dijangkau. Namun demikian pihaknya tetap berkoordinasi dengan dinas terkait, yakni Pemda dan Badan Penanggulangan Bencana agar bantuan sampai kepada masyarakat.

Bahkan, Faizal sempat menyaksikan langsung penyaluran BST di Desa Pesanggrahan bersama rombongan tim manajemen dari Pos Indonesia. Pihaknya ingin menyaksikan langsung bagaimana PT Pos menyalurkan bantuan."Kami ingin melihat langsung bagaimana teman-teman menyalurkan secara langsung di daerah setelah bencana," ujar Faizal.



Mengingat banyak bencana yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia, Faizal tidak memungkiri banyak harapan masyarakat agar program tersebut terus berlanjut hingga akhir tahun. Sebelumnya, bantuan sosial tunai tersebut dijadwalkan berlangsung hingga April 2021.

Baca Juga: Dicek Bunda, BLT Rp2,7 Triliun Sudah Cair Lewat Kantor Pos

"Kami Pos Indonesia siap membantu pemerintah untuk menyalurkan ke berbagai lokasi. Kami siap menyalurkan sampai ke ujung Indonesia. Untuk penyaluran bantuan sosial tunai tahap 2 tahun 2020 sudah mencapai 90 persen dan targetnya akhir minggu ini bisa didistribusikan 100 persen" ujarnya.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top