Racikan Jamu Manis BI untuk Menyembuhkan Ekonomi Nasional
Kamis, 25 Februari 2021 - 23:08 WIB
loading...
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, memiliki racikan jamu manis dalam mendorong pemulihan ekonomi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menekankan akan terus mendukung pemulihan ekonomi Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, memiliki racikan 'jamu manis' dalam mendorong pemulihan ekonomi. Jamu manis yang dimaksud di antaranya melonggarkan kebijakan makroprudensial dengan menurunkan suku bunga acuan.
"Untuk dorong pemulihan ekonomi , instrumen BI itu jamu manis. Kami lakukan stimulus kebijakan moneter 150 bps terendah sejarah 3,5% nilai tukar stabil Rp14 ribu," kata Perry dalam video virtual, Kamis (25/2/2021).
Baca Juga: DP 0% dan Bebas Pajak Mobil Baru Jadi Contoh Harmoni Kebijakan Fiskal-Moneter
BI terus melakukan penurunan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate yang hingga saat ini berada di level 3,5%. Lalu upaya stabilisasi nilai tukar di kisaran Rp 14.000, hingga penambahan likuiditas.
Sambung dia menerangkan, penambahan likuiditas dengan melakukan ekspansi operasi moneter yang telah mencapai Rp14,16 triliun per 4 Februari 2021. Adapun pada 2020, BI telah melakukan quantitative easing (QE) sebesar Rp740,7 triliun atau sekitar 4,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"QE ini merupakah salah satu yang terbesar di antara negara emerging markets," imbuhnya
"Untuk dorong pemulihan ekonomi , instrumen BI itu jamu manis. Kami lakukan stimulus kebijakan moneter 150 bps terendah sejarah 3,5% nilai tukar stabil Rp14 ribu," kata Perry dalam video virtual, Kamis (25/2/2021).
Baca Juga: DP 0% dan Bebas Pajak Mobil Baru Jadi Contoh Harmoni Kebijakan Fiskal-Moneter
BI terus melakukan penurunan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate yang hingga saat ini berada di level 3,5%. Lalu upaya stabilisasi nilai tukar di kisaran Rp 14.000, hingga penambahan likuiditas.
Sambung dia menerangkan, penambahan likuiditas dengan melakukan ekspansi operasi moneter yang telah mencapai Rp14,16 triliun per 4 Februari 2021. Adapun pada 2020, BI telah melakukan quantitative easing (QE) sebesar Rp740,7 triliun atau sekitar 4,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"QE ini merupakah salah satu yang terbesar di antara negara emerging markets," imbuhnya
Lihat Juga :