Terang-Terangan, PLN Ikut Menjaga Ketahanan Pangan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 21:12 WIB
loading...
A
A
A
Bob Saril, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN, mendukung penuh upaya Kementerian Pertanian yang terus berupaya meningkatkan produktivitas dan nilai tambah bagi petani Indonesia. Hal itu, sejalan dengan program PLN di berbagai daerah yang difokuskan untuk sektor pertanian. " PLN dengan sistem kelistrikannya akan selalu hadir untuk meningkatkan produktivitas usaha tani," tuturnya.
Seperti diketahui, saat ini ketahanan pangn jadi fokus semua negara di dunia. Pasalnya, memasuki tahun 2021 dunia masih akan menghadapi Pandemi Covid 19. Meski vaksinasi sudah mulai dilakukan di berbagai negara di dunia, bukan berarti ancaman virus yang mematikan ini sirna seketika. Pandemi belum berakhir dan belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir.
Menghadapi itu semua, semua negara memperkuat kondisi di dalam negeri masing-masing. Salah satunya menjaga stok kesediaan pangan bagi masyarakatnya. Itu sebabnya, saat pandemi mulai merebak di Indonesia program ketahanan pangan mulai diintensifkan kembali.
Indonesia tidak bisa lagi bergantung kepada negara lain dalam menjaga stok bahan pangan di dalam negeri. Sebab, semua negara juga akan lebih memprioritaskan stok bahan pangan masing-masing. Sehingga negara-negara produsen utama pangan dunia akan mengurangi ekspor bahan pangannya ke negara-negara lain.
Di dalam negeri, potensi terganggunya stok bahan pangan bukan hanya karena pandemi saja. Fenomena alam La Nina, juga harus jadi perhatian bersama. Kehadiran La Nina ditandai dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan bencana alam seperti banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor dan bencana lainnya.
Efisiensi Lebih Dari 90%
Bencana alam ini berpotensi merusak areal pertanian, sehingga mengancam gagal panen. Tidak hanya itu, bencana alam yang disebabkan oleh La Nina juga bisa memutus jalur distribusi pangan. Dalam menghadapi La Nina, Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan mengingatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menyiapkan strategi ketahanan pangan. Pentingnya kesiapan pangan dilakukan agar masyarakat aman pada saat terjadinya bencana alam.
Baca Juga : Amankan Jaringan Listrik, PLN Gerak Cepat Tanggulangi Dampak Bencana Ekstrem
Keseriusan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan diperlihatkan dalam penyusunan APBN 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, salah satu program strategis yang termasuk dalam APBN 2021 akan difokuskan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Itu bisa dilakukan melalui dukungan pemulihan ekonomi dan revitalisasi sistem pangan nasional serta pengembangan food estate.
Pemerintah Pusat pun telah meminta semua kepala daerah lebih memperhatikan kondisi ketahanan pangan di daerahnya masing-masing. Terlebih lagi bagi daerah yang tergolong rawan ketahanan pangan.
Kontribusi PLN dalam mengaja ketahanan pangan mulai dirasakan petani. Para petani di Desa Golan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kini telah bisa menikmati listrik kolektif untuk mengoperasikan pompa air untuk mengairi sawah. Pompa ini memiliki total daya 175.000 Volt Ampere (VA) dan mampu digunakan untuk 50 pelanggan (petani).
Purwito, selaku Kepala Desa Golan mengapresiasi dukungan PLN terhadap usaha tani di desanya dengan menghadirkan pemasangan listrik kolektif pompa sawah. Menurutnya sebelum adanya aliran listrik, petani mengalami kesulitan mengalirkan air ke sawah.
Seperti diketahui, saat ini ketahanan pangn jadi fokus semua negara di dunia. Pasalnya, memasuki tahun 2021 dunia masih akan menghadapi Pandemi Covid 19. Meski vaksinasi sudah mulai dilakukan di berbagai negara di dunia, bukan berarti ancaman virus yang mematikan ini sirna seketika. Pandemi belum berakhir dan belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir.
Menghadapi itu semua, semua negara memperkuat kondisi di dalam negeri masing-masing. Salah satunya menjaga stok kesediaan pangan bagi masyarakatnya. Itu sebabnya, saat pandemi mulai merebak di Indonesia program ketahanan pangan mulai diintensifkan kembali.
Indonesia tidak bisa lagi bergantung kepada negara lain dalam menjaga stok bahan pangan di dalam negeri. Sebab, semua negara juga akan lebih memprioritaskan stok bahan pangan masing-masing. Sehingga negara-negara produsen utama pangan dunia akan mengurangi ekspor bahan pangannya ke negara-negara lain.
Di dalam negeri, potensi terganggunya stok bahan pangan bukan hanya karena pandemi saja. Fenomena alam La Nina, juga harus jadi perhatian bersama. Kehadiran La Nina ditandai dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan bencana alam seperti banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor dan bencana lainnya.
Efisiensi Lebih Dari 90%
Bencana alam ini berpotensi merusak areal pertanian, sehingga mengancam gagal panen. Tidak hanya itu, bencana alam yang disebabkan oleh La Nina juga bisa memutus jalur distribusi pangan. Dalam menghadapi La Nina, Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan mengingatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menyiapkan strategi ketahanan pangan. Pentingnya kesiapan pangan dilakukan agar masyarakat aman pada saat terjadinya bencana alam.
Baca Juga : Amankan Jaringan Listrik, PLN Gerak Cepat Tanggulangi Dampak Bencana Ekstrem
Keseriusan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan diperlihatkan dalam penyusunan APBN 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, salah satu program strategis yang termasuk dalam APBN 2021 akan difokuskan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Itu bisa dilakukan melalui dukungan pemulihan ekonomi dan revitalisasi sistem pangan nasional serta pengembangan food estate.
Pemerintah Pusat pun telah meminta semua kepala daerah lebih memperhatikan kondisi ketahanan pangan di daerahnya masing-masing. Terlebih lagi bagi daerah yang tergolong rawan ketahanan pangan.
Kontribusi PLN dalam mengaja ketahanan pangan mulai dirasakan petani. Para petani di Desa Golan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kini telah bisa menikmati listrik kolektif untuk mengoperasikan pompa air untuk mengairi sawah. Pompa ini memiliki total daya 175.000 Volt Ampere (VA) dan mampu digunakan untuk 50 pelanggan (petani).
Purwito, selaku Kepala Desa Golan mengapresiasi dukungan PLN terhadap usaha tani di desanya dengan menghadirkan pemasangan listrik kolektif pompa sawah. Menurutnya sebelum adanya aliran listrik, petani mengalami kesulitan mengalirkan air ke sawah.
Lihat Juga :