Bank Sentral Mau Terbitkan Uang Digital, Ekonom: Tujuannya Masih Samar

Minggu, 28 Februari 2021 - 23:59 WIB
loading...
Bank Sentral Mau Terbitkan...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berencana menerbitkan mata uang digital atau central bank digital currency (CBDC) yang dikelola bank sentral. Hal tersebut dilakukan seiring maraknya fenomena mata uang kripto yang berkembang selama pandemi Covid-19.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menjelaskan, CBDC sedang menjadi isu di beberapa negara. “Memang uang digitalnya bank sentral atau central bank digital currency sekarang sedang jadi isu di banyak negara. Terutama setelah tumbuh cepatnya uang kripto dan uang digital,” jelasnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Baca juga: Bitcoin Naik Daun, BI Bakal Bikin Mata Uang Digital Bank Sentral )

Menurut dia, penolakan uang kripto terjadi di mana-mana tetapi berkembang pesat sebagai komiditi atau sarana investasi. “Uang kripto ditolak di mana-mana tapi justru lari kencang terutama sebagai komoditi atau sarana investasi. Di sisi lain, uang digital tumbuh pesat sebagai alat transaksi mengikuti tumbuh pesatnya e-commerce,” kata Piter.

Sementara itu, Piter menilai tujuan BI mengeluarkan uang digital belum begitu jelas. Menurutnya langkah ini ditujukan untuk mengantisipasi perkembangan uang kripto atau uang digital.

(Baca juga: Ambyar! Gara-gara Bitcoin dan Saham, Bos Tesla Rugi Rp212 Triliun )

Di sisi lain, mata uang digital atau central bank digital currency (CBDC) yang dikelola bank sentral memiliki konsep yang berbeda dengan uang kripto. “Jadi kalau BI ingin mengantisipasi atau menahan laju perkembangan uang kripto tidak bisa dengan memunculkan uang digital. Uang digitalnya BI akan berhadapan dengan uang digital yang sudah exist sebagai alat pembayaran sekarang ini seperti Ovo, Gopay, dan sebagainya,” ujar Piter.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rekomendasi
Rudy Susmanto Raih Penghargaan...
Rudy Susmanto Raih Penghargaan Bergengsi dalam Pengembangan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah Terbaik
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Berita Terkini
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved