Menuju Seabad Indonesia Merdeka, Bangun Rekonsiliasi Nasional

Rabu, 03 Maret 2021 - 01:11 WIB
loading...
Menuju Seabad Indonesia...
Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said. Foto/Dok SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said mengungkapkan, bila melihat pandangan menuju satu abad Indonesia merdeka maka ada lima persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Pertama adalah kesenjangan ekonomi yang makin tampak makin terlihat. Kedua adalah koreksi sosial disebabkan karena kesenjangan ekonomi. Ketiga adalah soal penegakkan hukum dan juga penanggulangan korupsi. Keempat adalah politik yang semakin merusak dirinya sendiri. Dan yang kelima adalah soal tekanan globalisasi,” katanya dalam Peluncuran Simposium Nasional Memajukan Kesejahteraan Umum secara virtual, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Resmikan Nongsa D-Town Batam, Airlangga: Ini Jembatan Digital Indonesia-Singapura!

Menurut dia, hal-hal tersebut merupakan masalah-masalah besar yang dihadapi menuju seabad kemerdekaan. Karena bila merujuk kepada tujuan bernegara melindungi segenap tumpah darah dan bangsa Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan ikut serta dalam ketertiban dunia, maka ini salah satu yang akan menjadi penghalang.

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh Prof Samsul Rizal mengatakan, tidak bisa dipungkiri selama ini Indonesia tidak bisa terbebas dari kemiskinan. Di saat pandemi Covid-19, kemiskinan di beberapa provinsi terus alami kenaikan.

“Ini kita lihat ya, kita bandingkan pendapatan per kapita kita yang tidak berubah banyak walaupun ada yang berubah tetapi di lain pihak terjadi kenaikan,” katanya.

Baca juga: Tegas, WHO Larang Penggunaan Hydroxychloroquine untuk Obati COVID-19

Menurut Samsul, satu hal yang disayangkan yaitu mengenai tax ratio Indonesia. Diketahui tax ratio Indonesia merupakan yang paling rendah di Asia Tenggara.

“Tapi yang sangat saya sayangkan satu hal yaitu tax ratio kita itu. Jangankan dunia ya, di Asia Tenggara kita paling rendah. Itu salah satu sebenarnya tax ratio ini adalah untuk membangun bangsa sehingga tax ratio yang didapat mungkin tahun 2020 kemarin tidak sampai 11% ketakutan saya,” jelas dia.

Lanjut dia, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak sejahtera karena memiliki beban yang cukup berat sehari-harinya. “Kalau kita lihat-lihat beban sehari-hari mereka. Bahan pokok kita bandingkan aja bahan pokok kita di Asia Tenggara, beras kita lebih mahal dibandingkan dengan tempat lain. Gula kita juga lebih mahal,” ucap Samsul.

Baca juga: Microsoft Resmi Bangun Data Center di Indonesia, Potensi Serap 60.000 Tenaga Kerja dan Hasilkan Rp88,77 Triliun!

Dia melanjutkan, yang digarisbawahi adalah Indonesia harus menggambar sebuah rekonsiliasi nasional. Hal tersebut dilakukan untuk nantinya mempunyai visi yang sama di tahun 2045 agar tidak ada perpecahan saat pesta demokrasi diadakan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Kepatuhan Pajak Butuh...
Kepatuhan Pajak Butuh Kepercayaan Publik, Bukan hanya Teknologi
Dongkrak PNBP, Purbaya-Bahlil...
Dongkrak PNBP, Purbaya-Bahlil Sinkronkan Kebijakan Fiskal dan Energi
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Rekomendasi
Mobil Jepang Lawas Tetap...
Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved