Bansos hingga Digitalisasi Didorong Demi Bantu UMKM Kategori Miskin dan Rentan

loading...
Bansos hingga Digitalisasi Didorong Demi Bantu UMKM Kategori Miskin dan Rentan
UMKM kategori miskin dan rentan sebagai prioritas penerima bansos, diberikan insentif pajak bagi UMKM, relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi UMKM. Foto/Dok
JAKARTA - Selaras dengan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada saat rapat terbatas yaitu UMKM kategori miskin dan rentan sebagai prioritas penerima bansos, diberikan insentif pajak bagi UMKM, relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi UMKM. Maka Kementerian Koperasi & UKM mulai melakukan pendataan.

"Kita melakukan perluasaan pembiayaan kerja yang belum terhubung dengan Perbankan merupakan hal-hal yang menjadi fokus dan persiapkan untuk bantu UMKM di Indonesia," beber Plt Asisten Deputi Bidang Pemetaan Kondisi dan Peluang Usaha Kementerian Koperasi & UKM, Tri Wahyundo Hariyatno.

Baca Juga: Pasok AMDK, Indra Karya-BGR Gandengan Dukung Aplikasi Warung Pangan

Dia mengatakan, pemerintah membuat website dan pendataan terhadap UMKM yang terdampak negatif dari pandemi covid-19. Dimana sektor yang paling terdampak sama dengan data Pemerintah Pusat yaitu sektor food & beverage diikuti UMKM lainnya.

"Pengurangan asset dan omset serta tenaga kerja cukup signifikan terjadi dengan permasalahan utamanya adalah pemasarannya. Hal ini disebabkan dikarenakan dimasa pandemi ini masyarakat menahan diri untuk tidak belanja karena takut terjangkit virus covid-19, sedangkan untuk sisi UMKM nya terdampak dikarenakan pembatasan sosial yang menghambat pemasaran dan pengiriman barang," katanya.

Berdasarkan data survey yang dilakukan Kementerian Koperasi & UKM tahun 2020 dengan total responden 195 ribu UMKM, UMKM terdampak covid karena melemahnya konsumsi masyarakat dengan pembatasan sosial yang diberlakukan Pemerintah untuk menanggulangi penyebaran virus covid-19.



Tri Wahyundo menambahkan, UMKM yang paling terdampak adalah sektor food & beverages yang merupakan sektor pangan yang di ikuti oleh UMKM pada sektor usaha lainnya. Sektor UMKM sendiri merupakan penopang perekonomian Nasional dengan kontribusi 60% dari PDB, UMKM dapat menyerap 97% dari tolal tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja.

"Tentunya kita harus mendorong mereka dengan platform digital di masa pandemic ini," kata Tri di Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Usaha & Sistem Informasi BGR Logistics, Rahmadi mengatakan, dalam mendorong UMKM untuk masuk ke e-commerce dilakukan untuk memasarkan produk mereka. Salah satunya adalah dengan aplikasi Warung Pangan yang dilihat dapat sebagai salah satu solusi bagi UMKM/Pemilik Warung yang terdampak di Jawa Tengah dan Semarang pada Khususnya.

Saat ini aplikasi warung pangan dan apa keunggulannya dibanding e-commerce lainnya. Aplikasi Warung Pangan untuk menghubungkan Produsen sebagai hulu dan UMKM/Warung sebagai hilirnya dengan komoditas utama yang kami sasar adalah produk pangan.

"Ekosistem di Warung Pangan sendiri ada produsen sebagai penghasil komoditas pangan olahan maupun non olahan yang kami pertemukan dengah hilirnya yaitu UMKM/Warung. Hilirnya adalah para pemilik warung yang kami sebut sebagai mitra Warung Pangan," terang Rahmadi.



Selain ada produsen dan warungnya, ada Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA serta DANA dan LinkAja! Aplikasi Warung Pangan yang dapat didownload di Playstore dan Appstore dengan mudah diakses dan digunakan serta sangat informatif dengan update harga setiap harinya beserta program-program yang dijalankan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Dukungan Digitalisasi UMKM Terus Mengalir dari Startup

Saat ini, Warung Pangan akan hadir di Surabaya, Yogyakarta dan Semarang, lebih tepatnya pada bulan Februari 2021 ini, Untuk mempertahankan harga di aplikasi Warung Pangan tetap stabil, BGR Logistics telah mengimplementasikan tekhnologi untuk mengatasi fluktuasi harga yang terjadi.

Dari sisi penyimpanan ada cold storage mampu menyimpan komoditi dari produsen untuk menjaga ketersediaan stok agar harga tidak fluktiatif di aplikas Warung Pangan. "Bekerjasama dengan BUMN Klaster Pangan yang memiliki tekhnologi pembibitan, pembenihan dan lain sebagainya akan membuat produk pangan yang mereka hasilkan dan pasarkan akan terjaga kuaitasnya serta terjaga stabilisasi harga," tandasnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top