Pasca Kudeta, Hubungan Dagang Indonesia-Myanmar Tetap Stabil
Kamis, 04 Maret 2021 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Sementara untuk investasi, dia mengakui saat ini ada beberapa kendala terkait perizinan akibat adanya gejolak politik di Myanmar seperti yang dialami perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk. Saat ini pembangunan pabrik Kalbe Farma di Myanmar sudah selesai tinggal melakukan uji klinis. "Ini menjadi permasalahan karena dengan situasi pemerintahan Myanmar yang sedang bergejolak, izin belum dapat," jelas Iza.
Baca Juga: Ini Jurus Maut Kepsek SMK Surabaya yang Diduga Cabuli Siswinya
Meski begitu, menurut Iza, hubungan dagang antara Indonesia dan Myanmar masih prospektif. Jumlah penduduk Myanmar cukup besar sekitar 53 juta jiwa dengan luas wilayah yang sedikit lebih besar dari Thailand.
"Sejak 2010 pertumbuhan ekonomi di Myanmar cukup stabil dan perlu diketahui pada saat pandemi Covid-19, mereka masih positif 2% untuk pertumbuhan ekonominya. Jadi kalau kita lihat prospek ini termasuk sesuatu yang bisa kita perhitungan untuk melakukan investasi dan perdagangan di Myanmar," jelasnya.
Baca Juga: Ini Jurus Maut Kepsek SMK Surabaya yang Diduga Cabuli Siswinya
Meski begitu, menurut Iza, hubungan dagang antara Indonesia dan Myanmar masih prospektif. Jumlah penduduk Myanmar cukup besar sekitar 53 juta jiwa dengan luas wilayah yang sedikit lebih besar dari Thailand.
"Sejak 2010 pertumbuhan ekonomi di Myanmar cukup stabil dan perlu diketahui pada saat pandemi Covid-19, mereka masih positif 2% untuk pertumbuhan ekonominya. Jadi kalau kita lihat prospek ini termasuk sesuatu yang bisa kita perhitungan untuk melakukan investasi dan perdagangan di Myanmar," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :