Indonesia dan Denmark Kerja Sama Teknologi Baru Ketenagalistrikan
Kamis, 04 Maret 2021 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Senda menuturkan, Pemerintah Indonesia sangat menyambut baik kerja sama dengan Pemerintah Denmark dalam bentuk pembuatan Katalog Teknologi sebagai bahan masukan dalam mencapai Program Pengembangan Ketenagalistrikan Nasional.
Katalog Teknologi ini memperkenalkan jenis teknologi baru seperti tidal energy, integrated gasification combined cycle and carbon capture (IGCC) dan carbon capture storage (CCS) beserta dengan analisa tingkat kematangan setiap teknologi, dan proyeksi harga yang menunjukkan adanya penurunan biaya dari teknologi energi terbarukan. Teknologi katalog baru ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Danish Energy Agency (DEA), Energy Analysis (Ea) dan Kedutaan Besar Denmark di Jakarta. ( Baca juga:Azerbaijan: Armenia Banyak Merusak, Akibatkan Kerugian Rp713 Triliun )
Director in Global Cooperation DEA Ole Emmik Sorensen mengatakan, Katalog Teknologi ini memvisualisasikan masa depan yang lebih hijau dan terjadi pada momentum yang tepat yaitu bersamaan dengan menurunnya biaya pembangkit listrik dari teknologi energi terbarukan.
"Perkembangan yang begitu cepat ini tentunya akan menjadi tantangan tersendiri, dan dibutuhkan pemilihan teknologi yang tepat untuk menjamin keamanan pasokan energi dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.
Laporan tersebut diluncurkan secara virtual dengan melibatkan lebih dari 150 peserta yang berasal baik dari Indonesia dan internasional. Turut hadir dalam acara tersebut mitra internasional, seperti International Energy Agency (IEA), DEA, konsultan dari analisis Ea Energy, dan Kedutaan Besar Denmark, dan perwakilan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta univeristas juga ikut berpartisipasi.
Katalog Teknologi ini memperkenalkan jenis teknologi baru seperti tidal energy, integrated gasification combined cycle and carbon capture (IGCC) dan carbon capture storage (CCS) beserta dengan analisa tingkat kematangan setiap teknologi, dan proyeksi harga yang menunjukkan adanya penurunan biaya dari teknologi energi terbarukan. Teknologi katalog baru ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Danish Energy Agency (DEA), Energy Analysis (Ea) dan Kedutaan Besar Denmark di Jakarta. ( Baca juga:Azerbaijan: Armenia Banyak Merusak, Akibatkan Kerugian Rp713 Triliun )
Director in Global Cooperation DEA Ole Emmik Sorensen mengatakan, Katalog Teknologi ini memvisualisasikan masa depan yang lebih hijau dan terjadi pada momentum yang tepat yaitu bersamaan dengan menurunnya biaya pembangkit listrik dari teknologi energi terbarukan.
"Perkembangan yang begitu cepat ini tentunya akan menjadi tantangan tersendiri, dan dibutuhkan pemilihan teknologi yang tepat untuk menjamin keamanan pasokan energi dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.
Laporan tersebut diluncurkan secara virtual dengan melibatkan lebih dari 150 peserta yang berasal baik dari Indonesia dan internasional. Turut hadir dalam acara tersebut mitra internasional, seperti International Energy Agency (IEA), DEA, konsultan dari analisis Ea Energy, dan Kedutaan Besar Denmark, dan perwakilan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta univeristas juga ikut berpartisipasi.
(uka)
Lihat Juga :