Dampak Covid-19, Perputaran Uang Rp10,8 Triliun dari Kota Tidak Mengalir ke Daerah
Senin, 18 Mei 2020 - 23:48 WIB
loading...
A
A
A
Dana Remitansi Diprediksi Turun 20%
Disamping uang yang mengalir dari kota ke daerah, juga ada dana remitansi kiriman uang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke tanah air yang jumlahnya sangat besar saat momen Lebaran.
Berdasarkan data Bank Indonesia jumlah remintasi dalam 4 empat tahun terakhir, yaitu tahun 2016 jumlah remitansi mencapai Rp119 triliun, tahun 2017 sebesar Rp108 triliun, 2018 sebanyak Rp128 triliun, dan tahun 2019 melonjak menjadi Rp138 triliun.
Remitansi yang dikirim TKI kepada keluarga mereka di Indonesia, bertujuan supaya keluarga dapat merayakan Lebaran membeli berbagai kebutuhan pangan dan sandang. Biasanya, remitansi menjelang Lebaran akan lebih besar daripada bulan-bulan biasanya. Baca: Sri Mulyani Sebut Kemiskinan Bisa meningkat 4,86 Juta orang
Bank Dunia atau World Bank memprediksi pengiriman uang atau remintansi global tahun ini turun tajam hingga 20%. Hal ini sebagai dampak Covid-19 yang menyebabkan terjadinya penurunan upah dan rentan kehilangan pekerjaan akibat sinyal perlambatan, kelesuan serta fluktuasi pertumbuhan ekonomi di negara-negara yang banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) seperti Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia, dan Timur Tengah.
Survei World Bank, ada 9 juta TKI di luar negeri jika menjelang Lebaran tahun ini, mengirimkan rata-rata 1 juta saja maka daerah akan menerima aliran tambahan sekitar Rp9 triliun. Namun kondisi tersebut dapat dipastikan bahwa remintansi dana Pekerja Migran Indonesia menjelang Lebaran tahun ini juga mengalami penurunan yang tajam.
Dengan Covid-19 yang melanda negara tempat TKI bekerja tentu para TKI juga akan lebih hemat dan punya hitung-hitungan untuk mengirimkan uang ke keluarganya di kampung. Bahkan data dari Kemenaker menyebutkan sudah hampir 34.000 TKI dari Malaysia pulang akibat kebijakan lockdown yang diterapkan di Malaysia, dan berpotensi semakin bertambah.
Melihat kondisi tersebut maka momen Lebaran tahun ini tidak dapat diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal II, sebagaimana tahun tahun sebelumnya. Bahkan kita memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II akan dibawah 2,97%, angka pertumbuhan ekonomi kuartal I.
"Kita pelaku usaha sangat berharap agar pemerintah benar-benar mampu mengendalikan dan mematikan penyebaran Covid-19 ini secepatnya melalui regulasi dan kebijakan yang konsisten, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan standar protokol yang jelas dan tegas. Sehingga badai ini cepat berlalu, dunia usaha dapat aktif dan bergairah kembali," pungkas Sarman.
Disamping uang yang mengalir dari kota ke daerah, juga ada dana remitansi kiriman uang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke tanah air yang jumlahnya sangat besar saat momen Lebaran.
Berdasarkan data Bank Indonesia jumlah remintasi dalam 4 empat tahun terakhir, yaitu tahun 2016 jumlah remitansi mencapai Rp119 triliun, tahun 2017 sebesar Rp108 triliun, 2018 sebanyak Rp128 triliun, dan tahun 2019 melonjak menjadi Rp138 triliun.
Remitansi yang dikirim TKI kepada keluarga mereka di Indonesia, bertujuan supaya keluarga dapat merayakan Lebaran membeli berbagai kebutuhan pangan dan sandang. Biasanya, remitansi menjelang Lebaran akan lebih besar daripada bulan-bulan biasanya. Baca: Sri Mulyani Sebut Kemiskinan Bisa meningkat 4,86 Juta orang
Bank Dunia atau World Bank memprediksi pengiriman uang atau remintansi global tahun ini turun tajam hingga 20%. Hal ini sebagai dampak Covid-19 yang menyebabkan terjadinya penurunan upah dan rentan kehilangan pekerjaan akibat sinyal perlambatan, kelesuan serta fluktuasi pertumbuhan ekonomi di negara-negara yang banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) seperti Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia, dan Timur Tengah.
Survei World Bank, ada 9 juta TKI di luar negeri jika menjelang Lebaran tahun ini, mengirimkan rata-rata 1 juta saja maka daerah akan menerima aliran tambahan sekitar Rp9 triliun. Namun kondisi tersebut dapat dipastikan bahwa remintansi dana Pekerja Migran Indonesia menjelang Lebaran tahun ini juga mengalami penurunan yang tajam.
Dengan Covid-19 yang melanda negara tempat TKI bekerja tentu para TKI juga akan lebih hemat dan punya hitung-hitungan untuk mengirimkan uang ke keluarganya di kampung. Bahkan data dari Kemenaker menyebutkan sudah hampir 34.000 TKI dari Malaysia pulang akibat kebijakan lockdown yang diterapkan di Malaysia, dan berpotensi semakin bertambah.
Melihat kondisi tersebut maka momen Lebaran tahun ini tidak dapat diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal II, sebagaimana tahun tahun sebelumnya. Bahkan kita memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II akan dibawah 2,97%, angka pertumbuhan ekonomi kuartal I.
"Kita pelaku usaha sangat berharap agar pemerintah benar-benar mampu mengendalikan dan mematikan penyebaran Covid-19 ini secepatnya melalui regulasi dan kebijakan yang konsisten, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan standar protokol yang jelas dan tegas. Sehingga badai ini cepat berlalu, dunia usaha dapat aktif dan bergairah kembali," pungkas Sarman.
(bon)
Lihat Juga :