Membuat Pengguna Jalan Tol Aman dan Nyaman Lewat Genggaman
Minggu, 07 Maret 2021 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Penggabungan JMCare dengan Travoy yang kemudian melahirkan Travoy 3.0. Aplikasi ini sudah dapat diunduh oleh pengguna jalan tol, baik untuk pengguna iOS maupun Android.
Di saat peringatan HUT ke 43, Jasa Marga juga memperkenalkan Pusat Kendali (Command Center ) lalu lintas jalan tol berbasis Intelligent Transportation System (ITS). Sistem pusat kendali jalan tol seperti ini merupakan yang pertama dan terlengkap di Indonesia. Keunggulan JMTC terletak pada sistem ITS yang dapat mengintegrasikan seluruh peralatan informasi dan komunikasi di jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga Group.
JMTC merupakan penyempurnaan dari Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC), pusat informasi dan komunikasi lalu lintas jalan tol yang telah beroperasi sejak tahun 2005. Saat ini JMTC didukung oleh 1.705 CCTV, 65 Smart CCTV, 204 VMS, dan 22 Remote Traffic Monitoring System (RTMS) yang tersebar di jalan tol di seluruh Indonesia yang dikelola oleh Jasa Marga.
Melalui pusat kendali jalan tol ini, Jasa Marga dapat berkoordinasi dengan para stakeholder, seperti Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PUPR untuk mengambil keputusan rekayasa lalu lintas. Kapan harus menerapkan contra flow, ramp metering, atau one way secara proporsional, mengikuti kondisi real di lapangan.
Pengguna aplikasi Travoy 3.0 secara otomatis terhubung dengan berbagai informasi yang disampaikan JMTC. Ini bisa terwujud karena JMTC dilengkapi dengan Advanced Traveller Information System (ATIS), yang dapat memberikan informasi kepada pengguna jalan tol baik sebelum maupun selama dalam perjalanan.
Tak hanya itu, JMTC juga dilengkapi Advanced Traffic Management System (ATMS) yang mampu menganalisa kondisi kepadatan di jalan tol melalui kecepatan rata-rata kendaraan. Serta mampu menghitung volume kendaraan. Apabila kecepatan kendaraan mendekati kecepatan minimum dan volume kendaraan mendekati kapasitas maksimal suatu ruas jalan tol, sistem ini memberikan peringatan dini kepada petugas untuk dapat melakukan pengaturan lalu lintas.
Bangkit Lebih Cepat
Pusat kendali jalan tol yang dikembangkan Jasa Marga ini juga tergolong canggih. Mampu mendeteksi secara dini gangguan lalulintas dengan mengidentifikasi perubahan kecepatan kendaraan. Selain itu dapat memberikan data pelanggaraan lalu lintas di jalan tol secara elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE). Seperti melanggar batas kecepatan kendaraan, melanggar batas mauatan barang dan sebagainya. Kendaraan yang melanggar tersebut dapat dengan cepat dikenali, sebab sistem di JMTC sudah bisa mendeteksi plat nomer kendaraan.
Mengetahui kondisi jalan juga jadi perhatian utama jasa marga dalam meningkatkan pelayanan kepada para penguna jalan bebas hambatan. Untuk mengukur data asset dan kondisi jalan dengan lebih akurat efektif dan efisien Jasa Marga menggunakan teknologi Hawkeye 2000.
Teknologi ini berupa mobil pintar yang dilengkapi dengan berbagi sensor sehingga bisa melakukan survei ketidakrataan jalan, meneliti data karakteristik jalan, hingga mendeteksi kerusakan jalan. Kehadiran Hawkeye 2000 menjadi penting, karena mendukung pemeliharaan dan pengoperasian jalan tol. Sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan tol.
Memasuki usainya yang ke 43 ini berbagai inovasi memang terus dihadirkan Jasa Marga. Semua ini menurut Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur, merupakan ikhtiar untuk mewujudkan Visi Jasa Marga, “Menjadi Perusahaan Jalan Tol Nasional Terbesar, Terpercaya, dan Berkesinambungan”. “Untuk itu Jasa Marga terus konsisten melakukan transformasi dan inovasi di semua lini bisnis,”ujarnya. Subakti menegaskan, transformasi dan inofasi yang dilakukan Jasa Marga ini juga ditujukan untuk menghadapi tantangan ke depan yang semakin berat.
Baca Juga : Laba Bersih Jasa Marga di Kuartal III-2020 Amblas 89,5 Persen
Teknologi akan mengambil peran yang makin besar dalam bisnis pengelolaan jalan tol. Seperti diketahui, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan mulai menerapkan ssitem pembayaran nontunai nir sentuh atau Metode Multi-Lane Free Flow (MLFF) mulai awal 2022. Seluruh operator jalan tol, termasuk jasa marga harus siap dengan perubahan ini.
Di saat peringatan HUT ke 43, Jasa Marga juga memperkenalkan Pusat Kendali (Command Center ) lalu lintas jalan tol berbasis Intelligent Transportation System (ITS). Sistem pusat kendali jalan tol seperti ini merupakan yang pertama dan terlengkap di Indonesia. Keunggulan JMTC terletak pada sistem ITS yang dapat mengintegrasikan seluruh peralatan informasi dan komunikasi di jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga Group.
JMTC merupakan penyempurnaan dari Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC), pusat informasi dan komunikasi lalu lintas jalan tol yang telah beroperasi sejak tahun 2005. Saat ini JMTC didukung oleh 1.705 CCTV, 65 Smart CCTV, 204 VMS, dan 22 Remote Traffic Monitoring System (RTMS) yang tersebar di jalan tol di seluruh Indonesia yang dikelola oleh Jasa Marga.
Melalui pusat kendali jalan tol ini, Jasa Marga dapat berkoordinasi dengan para stakeholder, seperti Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PUPR untuk mengambil keputusan rekayasa lalu lintas. Kapan harus menerapkan contra flow, ramp metering, atau one way secara proporsional, mengikuti kondisi real di lapangan.
Pengguna aplikasi Travoy 3.0 secara otomatis terhubung dengan berbagai informasi yang disampaikan JMTC. Ini bisa terwujud karena JMTC dilengkapi dengan Advanced Traveller Information System (ATIS), yang dapat memberikan informasi kepada pengguna jalan tol baik sebelum maupun selama dalam perjalanan.
Tak hanya itu, JMTC juga dilengkapi Advanced Traffic Management System (ATMS) yang mampu menganalisa kondisi kepadatan di jalan tol melalui kecepatan rata-rata kendaraan. Serta mampu menghitung volume kendaraan. Apabila kecepatan kendaraan mendekati kecepatan minimum dan volume kendaraan mendekati kapasitas maksimal suatu ruas jalan tol, sistem ini memberikan peringatan dini kepada petugas untuk dapat melakukan pengaturan lalu lintas.
Bangkit Lebih Cepat
Pusat kendali jalan tol yang dikembangkan Jasa Marga ini juga tergolong canggih. Mampu mendeteksi secara dini gangguan lalulintas dengan mengidentifikasi perubahan kecepatan kendaraan. Selain itu dapat memberikan data pelanggaraan lalu lintas di jalan tol secara elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE). Seperti melanggar batas kecepatan kendaraan, melanggar batas mauatan barang dan sebagainya. Kendaraan yang melanggar tersebut dapat dengan cepat dikenali, sebab sistem di JMTC sudah bisa mendeteksi plat nomer kendaraan.
Mengetahui kondisi jalan juga jadi perhatian utama jasa marga dalam meningkatkan pelayanan kepada para penguna jalan bebas hambatan. Untuk mengukur data asset dan kondisi jalan dengan lebih akurat efektif dan efisien Jasa Marga menggunakan teknologi Hawkeye 2000.
Teknologi ini berupa mobil pintar yang dilengkapi dengan berbagi sensor sehingga bisa melakukan survei ketidakrataan jalan, meneliti data karakteristik jalan, hingga mendeteksi kerusakan jalan. Kehadiran Hawkeye 2000 menjadi penting, karena mendukung pemeliharaan dan pengoperasian jalan tol. Sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan tol.
Memasuki usainya yang ke 43 ini berbagai inovasi memang terus dihadirkan Jasa Marga. Semua ini menurut Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur, merupakan ikhtiar untuk mewujudkan Visi Jasa Marga, “Menjadi Perusahaan Jalan Tol Nasional Terbesar, Terpercaya, dan Berkesinambungan”. “Untuk itu Jasa Marga terus konsisten melakukan transformasi dan inovasi di semua lini bisnis,”ujarnya. Subakti menegaskan, transformasi dan inofasi yang dilakukan Jasa Marga ini juga ditujukan untuk menghadapi tantangan ke depan yang semakin berat.
Baca Juga : Laba Bersih Jasa Marga di Kuartal III-2020 Amblas 89,5 Persen
Teknologi akan mengambil peran yang makin besar dalam bisnis pengelolaan jalan tol. Seperti diketahui, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan mulai menerapkan ssitem pembayaran nontunai nir sentuh atau Metode Multi-Lane Free Flow (MLFF) mulai awal 2022. Seluruh operator jalan tol, termasuk jasa marga harus siap dengan perubahan ini.
Lihat Juga :