Rights Issue, BSI Bidik Rp7,15 Triliun di Pasar Modal
Rabu, 10 Maret 2021 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya HMETD, BSI akan melakukan langkah strategi lain pada tahun ini, rencana aksi korporasi emiten tersebut dilakukan hingga 2023 mendatang. "Kami ingin melakukan rights issue dan tentunya jika ada match of interest kami akan sangat terbuka untuk bekerjasama dengan investor yang ingin mengambil block seed di BSI ke depannya," katanya.
Melalui aksi korporasi itu, BSI menargetkan investor global sebagai pemilik saham emiten melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (INA).
Baca juga: Dana Abadi SWF RI Ditarget Tarik Investasi Awal hingga Rp300 Triliun
BSI ditargetkan masuk dalam 10 bank syariah terbesar di dunia. Bahkan mampu disejajarkan dengan Bank Al-Rajhi dan Bank Albilad. Kedua bank itu merupakan dua bank yang berpusat di Riyadh, Arab Saudi dengan nilai aset masing-masing USD111,3 miliar dan USD23,6 miliar pada 2019. Sementara aset BSI pasca merger sekitar USD15 miliar.
Melalui aksi korporasi itu, BSI menargetkan investor global sebagai pemilik saham emiten melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (INA).
Baca juga: Dana Abadi SWF RI Ditarget Tarik Investasi Awal hingga Rp300 Triliun
BSI ditargetkan masuk dalam 10 bank syariah terbesar di dunia. Bahkan mampu disejajarkan dengan Bank Al-Rajhi dan Bank Albilad. Kedua bank itu merupakan dua bank yang berpusat di Riyadh, Arab Saudi dengan nilai aset masing-masing USD111,3 miliar dan USD23,6 miliar pada 2019. Sementara aset BSI pasca merger sekitar USD15 miliar.
(ind)
Lihat Juga :